dunia

11 Bulan Jalan Kaki dari Swedia ke Palestina, Aktivis ini Ditolak Masuk Otoritas Israel

Purnama | Senin, 09 Juli 2018 16:16 WIB | PRINT BERITA

ist

AMMAN, WB - Upaya aktivis yang bernama Benjamin Ladraa (25 tahun) untuk memasuki wilayah Palestina, sepertinya belum berhasil. Benjamin tidak diijinkan masuk setelah pihak berwenang Israel mengusirnya dari perbatasan. Padahal aktivis asal Swedia ini telah menghabiskan waktu lebih dari 11 bulan berjalan kaki menuju wilayah itu.


Ladraa memulai perjalanannya pada 5 Agustus 2017 untuk mengkampanyekan kesadaran akan pendudukan Israel di wilayah Palestina selama 70 tahun. Namun pada Jumat (6/7) pagi, pihak berwenang Israel menolaknya untuk melewati persimpangan Allenby yang menghubungkan Yordania dengan wilayah Tepi Barat yang diduduki.


Ladraa hanya berjarak ratusan meter dari tujuan utamanya setelah ia berjalan kaki lebih dari 4.800 km dari Kota Gothenburg di Swedia. Ia mengatakan para petugas Israel menginterogasi dia selama enam jam dan menyatakan dia tidak bisa diizinkan masuk karena telah berbohong.


"Saya menghabiskan 11 bulan melakukan perjalanan ini untuk meningkatkan kesadaran akan pendudukan, dan meskipun saya diinterogasi dan ditolak masuk, saya akan melakukan lagi semuanya," kata Ladraa kepada Aljazirah.


"Mereka memberi dua alasan untuk menolak saya masuk. Pertama, mereka menuduh saya berbohong, dan kedua adalah mereka menuduh saya datang untuk mengadakan aksi protes di desa Nabi Saleh (dekat Ramallah), sesuatu yang sama sekali tidak benar," ujar Ladraa.


Dengan berjalan selama delapan hingga 10 jam sehari, Ladraa melintasi total 13 negara. Ia menggunakan rute yang sama dengan yang digunakan oleh pengungsi dan imigran. Ladraa juga terpaksa tidur di bangunan kosong dan menghadapi cuaca musim dingin yang ekstrem. Kisah perjalanannya ke Palestina menarik perhatian 18 ribu pengikutnya di Instagram dan lebih 20 ribu pengikutnya di Facebook.


"Saya telah berhasil menarik perhatian ribuan orang melalui kampanye ini dan semoga ini dapat meningkatkan kesadaran lebih lanjut tentang penderitaan rakyat Palestina," ungkapnya.


Selama beberapa tahun, Israel telah berusaha memblokir aktivis yang mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS). Gerakan ini mengusung kampanye non-kekerasan yang bertujuan untuk menekan Israel agar mematuhi hukum internasional.


Tahun lalu, pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengamandemen undang-undang yang memungkinkan pemerintah Israel untuk menolak visa masuk bagi aktivis yang mendukung BDS atau menentang permukiman ilegal.[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Alami Krisis Ekonomi Venezuela Minta Bantuan China

17 September 2018 | 10:11 WIB

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, berusaha mendapatkan bantuan dari salah satu pemberi pinjaman terbesar dunia, China, untuk membantu negara Amerika Selatan yang sedang mengalami krisis serius tersebut.

Oktober Aplikasi Path Resmi Dihapus

18 September 2018 | 09:39 WIB

Media sosial `Path` resmi mengumumkan selamat tinggal pada para pengguna. Kabar ini menjelaskan terkait rumor yang beredar beberapa hari lalu.

Yusaku Maezawa akan Jadi Turis Pertama yang Terbang ke Bulan

18 September 2018 | 21:27 WIB

Miliuner Jepang, Yusaku Maezawa, bakal menjadi turis pertama di dunia yang akan terbang mengelilingi Bulan menggunakan jasa perusahaan SpaceX milik Elon Musk.

Ali Baba Batal Buka Sejuta Lowker di AS

21 September 2018 | 16:50 WIB

Raksasa e-commerce China, Alibaba, dikabarkan telah membatalkan rencananya untuk membuka 1 juta pekerjaan di AS. Hal tersebut dipicu perang dagang antara AS dan China.

Swiss Musim Panas, Anjing Peliharaan Wajib Pakai Sepatu

22 September 2018 | 11:52 WIB

Guna mengantisipasi gelombang panas, kepolisian Kota Zurich, Swiss, menganjurkan kepada para pemilik anjing membelikan sepatu untuk binatang peliharaan agar kaki-kaki mereka terlindung dari suhu panas.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber