nasional

DPR akan Pantau Investasi BPJS

Purnama | Rabu, 11 Juli 2018 14:46 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Komisi IX DPR menyoroti pengelolaan investasi BPJS Ketenagakerjaan yang dihimpun dari iuran peserta dari berbagai daerah.
 

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay, menilai bahwa pengelolaan yang tepat bisa mewujudkan tujuan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk menambah kesejahteraan peserta dan bukan sebaliknya. Menurut dia, DPR bakal menyoroti aliran dana BPJS Ketenagakerjaan yang diinvestasikan.
"Sehingga uang pekerja yang ditaruh di situ tidak rugi, mereka mendapat manfaat, dan semestinya menambah kesejahteraan pekerja," kata Saleh.


Politisi PAN itu mengingakan, dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan sangat penting, karena jumlahnya sangat besar.


Sebelumnya, pengamat masalah ketenagakerjaan Timboel Siregar, menilai kinerja investasi BPJS Ketenagakerjaan pada lima bulan pertama 2018 belum maksimal, dengan yield on investment (yoi) sebesar 9,86%, atau setara Rp13,24 triliun.


Timboel dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (1/7/2018), mengatakan, jumlah dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp327,66 triliun hingga akhir Mei 2018.


Adapun perincian pengelolaan dana pada instrumen investasi saat ini adalah surat utang 61%, saham 19%, deposito 9%, reksadana 10%, dan 1% untuk instrumen investasi langsung.


Hasil investasi ini didukung jumlah tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 47,49 juta orang dan dan tenaga kerja aktif sebanyak 27,69 juta pekerja, sedangkan target hasil investasi selama tahun 2018 sebesar Rp32 triliun dengan dana kelolaan sebesar Rp367,88 triliun.


Dengan hasil selama lima bulan ini, manajemen mengklaim pencapaian kinerja tersebut sudah apik karena BPJS Ketenagakerjaan tepat membaca kondisi perekonomian dan kebutuhan liabilitas perusahaan, ujar Timboel.


Menurut dia, kinerja investasi BPJS Ketenagakerjaan tentu sudah baik, tetapi diharapkan kinerja investasi harus terus digenjot lagi agar bisa mencapai hasil dua digit, sehingga imbal hasil JHT tahun ini bisa mencapai minimal 10% seperti capaian di tahun sebelumnya sebesar 10,55%.[]





 

EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Narkoba Lebih Mengancam Dibanding Terorisme

09 Juli 2018 | 10:18 WIB

Banyak faktor yang bisa menjadi ancaman bagi ketahanan bangsa Indonesia, seperti konflik, terorisme dan narkoba. Peredaran dan penggunaan narkoba yang sudah menyusup hampir ke semua desa di tanah air menjadi ancaman serius ketimbang bahaya terorisme.

Mutasi TNI, Letjen Andika Perkasa Jabat Pangkostrad

14 Juli 2018 | 14:12 WIB

Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad), Letjen TNI Andika Perkasa dipromosikan menjabat sebagai Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Andika akan menggantikan Letjan Agus Kriswanto yang akan memasuki masa pensiun.

Empat Nama Mengerucut Dampingi Jokowi

10 Juli 2018 | 17:33 WIB

Maraknya bursa calon pendamping presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi), Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menjelaskan, setidaknya ada empat kategori asal nama calon wakil presiden untuk disandingkan dengan Jokowi.

Kemenpora Siapkan Bonus 250 Juta untuk Lalu Zohri

14 Juli 2018 | 13:12 WIB

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, akan memberikan bonus untuk juara dunia lari 100 meter U-20, Lalu Muhammad Zohri. Kemenpora akan mengguyur bonus pemuda asal Pulau Lombok itu sebesar Rp250 juta

Kejar Paket C, Nilai Ujian Menteri Susi Tertinggi di Ciamis

14 Juli 2018 | 11:36 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti akhirnya resmi lulus ujian kesetaraan paket C jurusan IPS. Nilai Susi menjadi yang tertinggi dalam periode ujian paket C yang diikutinya pada Mei lalu.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber