politik

Setelah JK Menolak, Demokrat Wacanakan Duet Prabowo AHY

Purnama | Kamis, 12 Juli 2018 08:23 WIB | PRINT BERITA

ist


JAKARTA, WB - Pascakandasnya perjodohan Jusuf Kalla (JK)- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) karena penolakan dari JK, Partai Demokrat mewacanakan perjodohan antara Prabowo Subianto dengan Agus Harimurti Yudhoyono.


Perjodohan sendiri mulai diusung pasca pertemuan antara Gerindra dan Demokrat. Waketum Demokrat, Syarif Hasan yang saat itu ditugaskan untuk bertemu dengan Prabowo Subianto membuahkan perihal arah politik untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.


"Sore kemarin, Kamis (5/7), Waketum Partai Demokrat Pak Syarif Hasan bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Pak Prabowo Subianto," ujar Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief melalui siaran persnya belum lama ini.


Andi mengaku, kunjungannya ini menindak lanjuti atas kunjungan utusan dari Prabowo. Sehingga Syarif Hasan kemudian menjawab undangan tersebut dan langsung mengunjungi Prabowo di Kertanegara.


"Kunjungan Syarif Hasan ke kertanegara untuk mendengar langsung penjelasan Prabowo seperti yang sudah dikemukakan oleh utusan Prabowo sebelumnya, (pertemuan) menyangkut persoalan-persoalan penting situasi politik dan terutama menyangkut Pilpres," ujar Andi.


Bahkan sambung Andi, Demokrat akan membahasnya langsung di internal partai perihal memasangkan Prabowo-AHY. Selain membicarakan di internal partai, direncanakan akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya.


"Diharapkan akan ada pertemuan puncak antara kedua ketum partai SBY dan Prabowo nantinya jika sudah ada kesepakatan bersama bentuk dan arah koalisi termasuk apakah AHY akan menjadi cawapres seperti yang dikemukakan Prabowo," terang Andi.[]






EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

LSI : Elektabilitas Jokowi Masih Tinggi Dibanding Calon Lain

10 Juli 2018 | 15:18 WIB

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyimpulkan bahwa elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) untuk Pilpres 2019, paska pelaksanaan pilkada serentak dinilai masih tertinggi dibanding calon lainnya. Elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu naik menjadi 49,30 persen dari 46 persen pada Mei.

Soal Cawapres, PAN Mau ada Kekeluargaan

13 Juli 2018 | 10:54 WIB

Partai Amanat Nasional (PAN), masih meyakini jika pembahasan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo akan dibicarakan secara kekeluargaan sesama koalisi. Hal ini terkait klaim Demokrat di mana Prabowo Subianto akan mengambil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

Khofifah Siap Jadi Timses Jokowi

09 Juli 2018 | 14:31 WIB

Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, kembali menyampaikan komitmen dukungannya terhadap bakal calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi).

Anies Dipinang Pilpres, Moeldoko : Siapapun Punya Kesempatan

09 Juli 2018 | 15:07 WIB

Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, disebut-sebut berpeluang menjadi calon presiden (capres) di pemilihan presiden 2019 mendatang. Menyikapi itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menanggapi isu tersebut.

Pengamat : Tudingan TGB Dukung Jokowi Terlalu Dini

12 Juli 2018 | 11:45 WIB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuang Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mendukung Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kepemimpinannya sebagai presiden. Menyikapi hal itu, analis politik dari lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai terlalu dini jika hal tersebut dinilai sebagai keberpihakan.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber