nasional

Selama Pilkada 2018, Bawaslu Catat 3.133 Kasus Pelanggaran

Ibra Maulana | Selasa, 17 Juli 2018 14:20 WIB | PRINT BERITA

ist


JAKARTA, WB - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), merilis data terkait pelanggaran selama Pilkada 2018. Bawaslu mencatat ada 3.133 kasus pelanggaran baik berupa hasil temuan maupun hasil laporan.



"Kami terima laporan dugaan pelanggaran sebanyak 1.095 kasus, dan 2.038 kasus sebagai temuan dugaan pelangaran," kata Ketua Bawaslu Abhan belum lama ini.



Ia merinci, dari ribuan kasus tersebut, dugaan pelanggaran paling banyak dilakukan dalam kategori administrasi, yakni sebanyak 853 kasus. Lalu untuk urutan berikutnya, sebanyak 712 dugaan pelanggaran hukum dilakukan oleh oknum ASN.


Abhan melanjutkan, urutan berikutnya ada dalam kategori dugaan pelanggaran yang tidak terbukti dengan jumlah 619 kasus. Untuk pelanggaran pidana, data Bawaslu mencatat ada 291 kasus, dan terakhir sebanyak 114 kasus termasuk kategori pelanggaran etik.



"Dari jumlah data temuan dan laporan dugaan pelanggaran, kasus terbanyak terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan dengan total ada 220 laporan dugaan pelanggaran dan 286 sebagai temuan dugaan pelanggaran," beber Abhan.



Lewat dugaan pelanggaran ini, Bawaslu mencatat, bahwa pelanggaran di tahap masa kampanye masih menjadi yang terbanyak. Jumlahnya mencapai 1.333 kasus selama Pilkada 2018 di 171 wilayah.


Saat ini, beberapa kasus dugaan pelanggaran tersebut masih tengah diproses, seperti politik uang dan kasus pidana. Seperti di Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Lampung.[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Aa Gym Minta Jangan Menuhankan Pilpres

11 Agustus 2018 | 15:46 WIB

Pimpinan Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym, menjelaskan bahwa jelang pemilihan presiden (pilpres) 2019, masyarakat Indonesia diimbau menjaga ukhuwah (silaturahim).

Baznas akan Alokasikan Daging Qurban ke Lombok

07 Agustus 2018 | 14:36 WIB

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), langsung merespons bencana gempa pertama berkekuatan 6,4 skala richter di Lombok, NTB pada Ahad (29/7) lalu. Seminggu setelahnya, gempa 7 skala richter kembali mengguncang kawasan tersebut, sehingga Baznas kembali mengirimkan bantuan dari dana umat.

Jika Tidak Lolos Cek Kesehatan, Capres-Cawapres Bisa Diganti

13 Agustus 2018 | 15:10 WIB

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, mengatakan bakal capres dan bakal cawapres bisa diganti jika tidak memenuhi syarat pemeriksaan kesehatan. Penggantian tersebut dilakukan oleh gabungan parpol pengusung bakal capres-cawapres tersebut.

Driver Ojol Ancam Demo Saat Asian Games

07 Agustus 2018 | 15:08 WIB

Para pengemudi ojek online mengancam akan melakukan aksi saat pembukaan Asian Games 2018, pada 18 Agustus 2018. Ancaman mereka terkait upaya mediasi antara perwakilan pengemudi ojek online dan aplikator yang difasilitasi oleh Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya tidak menghasilkan titik temu.

AS Yakin Pemilu Pilpres Jujur dan Adil

10 Agustus 2018 | 22:24 WIB

Duta besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Joseph Donovan, menanggapi keriuhan yang saat ini dirasakan Indonesia dalam penentuan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Pemerintah AS pun berharap pilpres mendatang dapat berjalan dengan aman, baik, jujur dan adil.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber