Hukum

ICM Adukan Presiden Jokowi ke 4 Lembaga Negara

Ibra Maulana | Selasa, 07 Agustus 2018 08:15 WIB | PRINT BERITA

Rapat Umum Relawan Jokowi di SICC, Sentul Bogor /ist

 

WARTABUANA – Pidato Presiden Jokowi dihadapan para relawannya saat Rapat Umum Relawan Jokowi di SICC, Sentul Bogor, Sabtu (4/8/2018) berbuntut panjang. Indonesia Court Monitoring (ICM) mengadukan Jokowi ke empat lembaga negara sekaligus.

 

Organisasi masyarakat sipil di Yogyakarta itu mengadukan Jokowi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawan Pemilu (Bawaslu), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Aduan itu disampaikan ICM melalui surat yang dikirimkan lewat Kantor Pos Besar Yogyakarta, Senin siang (6/8/2018).

 

Direktur ICM Tri Wahyu KH mengatakan pernyataan Jokowi dikhawatirkan dapat menciderai semangat Pemilu Damai dan dapat memicu konflik horizontal di antara anak bangsa. ICM mengaku sangat prihatin dengan pernyataan Jokowi ini.

 

Indonesia Court Monitoring (ICM) mengadukan Jokowi/ist

Menurutnya, masyarakat dan relawan mempunyai penafsiran berbeda atas pernyataan Jokowi. "Bagi kami ini sangat berbahaya karena Bapak Joko Widodo dimandatkan sebagai Presiden Republik Indonesia sampai 2019. Beliau adalah panglima tertinggi TNI Polri. Beliau pula yang mengangkat Kepala Badan Intelijen Negara," kata ucap Wahyu.

 

Wahyu menambahkan ada dua pertimbangan utama yang mendasari aduan ini. Pertama, alinea ke empat UUD 45 bahwa pemerintah Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kedua, Nawa Cita Presiden RI di Perpres 2 tahun 2015 butir pertama yaitu negara hadir memberi rasa aman dan nyaman.

 

Sesuai kewenangannya, kata Wahyu, Kapolri diharapkan mampu mencegah supaya tak terjadi konflik horisontal. Kalau konflik terjadi, Kapolri harus memproses hukum Jokowi dengan pasal penyertaan dan penganjur.

 

Selain itu, Wahyu meminta Komnas HAM memantau pemenuhan hak rasa aman warga negara. Sedang KPU dan Bawaslu diminta untuk menjaga Pemilu 2019 tetap damai sesuai kewenangannya masing-masing. "Jangan deklarasi damai basa-basi tapi kok di dalamnya menyimpan bara api," kata Wahyu. []

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Jebolan Finalis Indonesian Idol jadi Begal Mobil

20 September 2018 | 14:35 WIB

Dede Richo Ramalinggam, (Dede Idol), dibekuk Polisi lantaran terlibat kasus pencurian spesialis pecah kaca di kawasan Tangerang Selatan.

KPK akan Turun Tangan Benahi Lapas Kasus Korupsi

17 September 2018 | 18:55 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akan turun tangan membenahi lembaga pemasyarakatan (lapas) khususnya narapidana kasus korupsi.

Polisi Ungkap Peredaran Shabu dalam Kotak Pensil

21 September 2018 | 16:18 WIB

Polisi berhasil mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu dengan modus baru. Pelaku menyimpan narkoba di kotak pensil warna. Jaringan ini terkait jaringan narkoba Indonesia-Uganda.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber