hidup sehat

Ingin Diet? Baca Ini Dulu Deh...

Anggi SS | Selasa, 07 Agustus 2018 10:28 WIB | PRINT BERITA

ist

 

WARTABUANA – Diet kini menjadi gaaya hidup sehat. Mulai dari mengurangi konsumsi susu, bahkan tidak menkonsumsi karbohidrat.  Ada juga yang menjadi vegan, atau hanya memakan protein saja. Apapun bentuk diet  kita, faktanya masing-masing ada risikonya.

 

Banyak ahli gizi telah memperingatkan bahaa banyak orang di dunia kekurangan nutrisi penting akibat dari diet. Penelitian yang diterbitkan oleh Health and Food Supplements Information Service berdasarkan data resmi menunjukkan, banyak orang kekurangan mineral utama seperti magnesium, tembaga, dan kalium.

 

Ahli gizi Fiona Hunter mengungkapkan, diet dapat membuat orang kekurangan vitamin dan mineral potensial sehingga membahayakan tubuh. Contohnya seperti mengurangi konsumsi produk susu murni.

 

“Hal ini  bermanfaat sebab mengonsumsi produk non-susu murni berarti lebih sedikit mengonsumsi lemak jenuh ketimbang produk susu murni,” ujar Fiona Hunter.

 

Negatifnya, ternyata  susu almond, oat, dan kedelai tidak mengandung kalsium sebanyak susu sapi. Banyak merek yang dibeli di toko biasa diperkaya itu, namun, tetap saja tidak mencukupi kebutuhan kalsium dan protein.

 

Susu berbasis protein nabati juga mengandung lebih sedikit yodium. Padahal yodium merupakan mineral penting yang diperlukan untuk pembuatan hormon tiroid, yang membantu mengontrol metabolisme dan penting selama kehamilan karena membantu perkembangan otak.

Ada pula diet yang menghindari konsumsi daging merah. Pengikut diet ini banyak memakan protein nabati seperti kacang-kacangan dan telur. Dengan konsumsi jenis itu tentu saja lebih murah dan mengurangi lemak jenuh.

 

Hanya saja, daging merah adalah sumber zat besi yang baik dan lebih mudah diserap oleh tubuh daripada banyak jenis lainnya. Seperempat wanita dan hampir separuh remaja perempuan menderita zat besi rendah dan daging merupakan sumber seng yang baik, yang diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh dan tiroid.

 

Pilihan untuk menjadi vegan pun banyak diikuti saat ini. Banyak studi menunjukkan, pola makan vegan menawarkan beberapa manfaat kesehatan penting termasuk penurunan risiko penyakit jantung, jenis kanker tertentu.

 

Penelitian lain menunjukkan, vegan mengurangi kecenderungan kelebihan berat badan dan cenderung memiliki persentase lemak tubuh yang lebih rendah. Cara itu pun menyumbang agar mengurangi risiko banyak penyakit lainnya.

 

Namun perlu diingat, diet sehat bisa berubah jadi obsesi yang akhirnya merugikan, bahkan justru merusak kesehatan. Hal yang perlu diperhatikan, buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan jenis sayur serta buah lainnya yang merupakan bahan utama dalam pola makan vegan adalah makanan sehat alami. Namun, itu tidak berarti semua diet vegan sehat.

 

Setelah makanan itu diproses dan bahan lain seperti garam, gula dan lemak ditambahkan, maka sayuran dan buah-buahan mungkin masih vegan cuma tidak lagi sehat. Vitamin B12 hanya ditemukan dalam makanan hewani, sebab itu kita harus memastikan makanan yang diperkaya dengan B12 atau mengambil suplemen

 

Di samping itu, pola makan vegan harus mengandung cukup kalsium, yang penting untuk tulang kuat yang sehat. Satu nutrisi yang bisa sulit didapat dalam pola makan vegan adalah omega-3, namun, pengikutnya bisa mendapatkan suplemen vegan omega-3 yang terbuat dari rumput laut dan ganggang.

 

Ada juga diet yang memotong gluten atau protein yang ditemukan pada gandum, barley dan rye. Bagi pengidap penyakit celiac atau reaksi sistem kekebalan terhadap gluten adalah alasan paling umum untuk mengikuti diet bebas gluten.

 

Sekitar satu dari 100 orang dewasa di Inggris dan Amerika Serikat memiliki masalah itu. Sementara orang dengan penyakit celiac harus memotong gluten dari makanan sepenuhnya, ada beberapa orang dengan intoleransi gluten tampaknya dapat makan dalam jumlah kecil.

 

Menghindari gluten memang baik, terutama pengidap penyakit celiac atau intoleransi terhadap gluten. Hanya saja, bagi manusia normal, penting untuk tetap makan gluten sebab memotong gluten juga berarti mengonsumsi lebih sedikit makanan kaya serat, seperti roti, pasta gandum, dan sereal.

 

Kondisi itu menimbulkan risiko sembelit dalam jangka pendek dan jangka panjang. Kita dapat meningkatkan risiko wasir, kondisi pencernaan yang menyakitkan seperti penyakit divertikular dan juga penyakit jantung. Makanan bebas gluten seperti pasta dan roti lebih mahal dan sering mengandung kadar lemak, garam dan gula yang lebih tinggi daripada makanan biasa.[]

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber