politik

Prabowo : PAN dan PKS Legowo Tidak Minta Posisi Wapres

Nana Sumarna | Jumat, 10 Agustus 2018 07:27 WIB | PRINT BERITA

ist

WARTABUANA - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada pimpinan partai koalisinya seperti PAN dan PKS. Prabowo mengatakan dua partai pendukungnya itu sudah legowo tidak mendapatkan posisi bakal calon wakil presiden.


Padahal sebelumnya santer dugaan kalau akan muncul nama kader dari kedua parpol itu mendapatkan rekomendasi dari berbagai kalangan untuk posisi kursi cawapres.


"Terima kasih kepada berbagai kalangan terutama ulama, GNPF Ulama, dan PKS serta PAN yang legowo yang tidak meminta menduduki jabatan apapun dalam pencalonan capres-cawapres," kata Prabowo dalam konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis malam (9/8/2018).


Dia mengatakan, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljuri telah direkomendasi oleh ijtima ulama sebagai cawapres. Namun, ia mengaku yang bersangkutan ikhlas dan tidak memaksakan diri sehingga menyerahkan kepada orang lain.


Prabowo juga memberikan apresiasi kepada PAN yang awalnya menghendaki ketua umumnya, yaitu Zulkifli Hasan sebagai cawapres. Namun akhirnya ikhlas dan bisa menerima keputusan yang diambil secara bersama.


"PAN `legowo`, mereka memikirkan kepentingan rakyat dan umat di atas kepentingan pribadi," ujarnya.


Prabowo mengatakan proses memutuskan nama cawapres yang mendampinginya tidak mudah dan sangat melelahkan. Oleh karena itu, dalam prosesnya dirinya terus berunding dengan PAN, PKS dan juga Partai Demokrat.


Menurut dia, membangun suatu koalisi memang tidak mudah karena banyak yang harus dipertemukan sehingga pada akhirnya dibentuk koalisi secara de facto.


"Kita sudah dari awal telah membentuk koalisi de facto tidak hanya kemarin, bermula dari tanggung jawab bersama sejak kita menghadapi berbagai masalah pelik dan rawan terutama pilkada 2017 yang lalu," ujarnya.


Sebelum koalisi tiga parpol, Prabowo menjelaskan juga telah berkomunikasi dengan Puan Maharani dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu, menurut dia, dalam rangka berusaha membangun suatu koalisi yang besar untuk memberi solusi kepada kesulitan rakyat Indonesia dan bangsa.


Meski demikian, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief mengatakan Partai Demokrat menolak pencalonan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo. Sikap tersebut diambil pasca-pertemuan antara Demokrat dengan Prabowo-Sandi di kediaman SBY Kamis malam.


Penolakan tersebut diputuskan karena Demokrat menganggap Partai Gerindra melanggar kode etik koalisi. Partai Demokrat masih belum menerima alasan Prabowo menolak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pasangan wakilnya.[]





EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Periksa Kesehatan, Sandiaga Mau Puasa

11 Agustus 2018 | 15:27 WIB

Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Solahudin Uno, akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada pekan depan yang digelar oleh KPU RI.

Sandiaga Uno Jadi Wapres Prabowo

09 Agustus 2018 | 23:51 WIB

Calon presiden dari partai Gerindra, Prabowo Subianto mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon presiden. Maju sebagai Capres, Prabowo menunjuk Wakil ketua Umum Gerindra, Sandiaga Uno untuk menjadi calon wakil presiden.

Ini Alasan Jokowi Pilih Gedung Joeang Untuk Titik Kumpul

10 Agustus 2018 | 10:49 WIB

Capres petahana, Joko Widodo (Jokowi) memilih Gedung Joang 45 sebagai lokasi awal berkumpul bersama cawapresnya KH Ma`aruf Amin sebelum mendaftarkan diri ke KPU RI sebagai peserta Pilpres 2019.

Mundur dari Gerindra, PAN Buka Pintu untuk Sandiaga

10 Agustus 2018 | 22:40 WIB

Sejak dua hari terakhir jelang pendaftaran Capres-Cawapres, terlihat jika pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019, selalu menggunakan kemeja berwarna biru.

Nama Gatot-Cak Imin Muncul Buat Poros Ketiga

08 Agustus 2018 | 17:52 WIB

Pengamat politik, Nasrullah Larada mengatakan, terbentuknya poros ketiga dalam Pilpres 2019 kini semakin terbuka. Hal tersebut ia simpulkan karena sudah tiga hari sejak dibukanya pendaftaran capres-cawapres, belum satu pun partai politik yang mendaftarkan calonnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber