Hukum

Mensos Idrus Marham Diduga Disuap 1,5 Juta USD

Ibra Maulana | Sabtu, 25 Agustus 2018 09:20 WIB | PRINT BERITA

Idrus Marham /ist

 

WARTABUANA – Idrus Marham, mantan Menteri Sosial di Kabinet Kerja Jokowi menjadi tersangka  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan dugaan suap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 senilai 1,5 juta dollar AS.

 

“IM (Idrus Marham) diduga menerima janji untuk mendapat bagian yang sama besar dari EMS (Eni Maulani Saragih) sebesar 1,5 juta dollar AS yang dijanjikan JBK (Johanes Budisutrisno Kotjo) bila PPA (purchase power agreement) proyek PLTU Riau-1 berhasil dilaksanakan JBK dan kawan-kawan,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/8/2018) malam.

 

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Idrus Marham menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Menteri Sosial kepada Presiden Jokowi pada Jumat, sekitar pukul 10.30 WIB. Idrus beralasan, sebagai warga negara yang taat hukum, ingin sepenuhnya menghormati proses hukum yang dilakukan KPK.

 

“Sekaligus ingin berkonsentrasi mengikuti proses hukum yang ada di KPK sesuai aturan yang ada dengan sebaik baiknya,” katanya.

 

Politisi Golkar itu diduga bersama-sama dengan tersangka Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, yang diduga telah menerima hadiah atau janji dari tersangka Johanes Budisutrisno Kotjo pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

 

Idrus juga diduga mengetahui dan memiliki andil terkait penerimaan uang dari Eni dari Johanes, yaitu pada November– Desember 2017, Eni menerima empat miliar rupiah, sedangkan pada Maret dan Juni 2018, Eni menerima 2,25 miliar rupiah.

 

Dalam penyidikan perkara sejak 14 Juli 2018 hingga hingga kemarin, penyidik telah memeriksa 28 orang saksi, antara lain para pejabat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), pejabat PT Pembangkit Jawa Bali Investasi, pegawai PT PLN Batubara, dan Direktur PT China Huadian Engineering Indonesia.

 

Terungkapnya kasus ini setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di rumah dinas Mensos, Idrus Marham, pada 13 Juli 2018.

 

KPK kemudian mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait kasus itu yaitu uang 500 juta rupiah dalam pecahan 100 ribu rupiah dan dokumen atau tanda terima uang sebesar 500 juta rupiah tersebut.

 

Diduga, penerimaan uang 500 juta rupiah merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek yang akan diberikan kepada Eni Maulani Saragih dan kawankawan terkait kesepakatan kontrak kerja sama PLTU Riau-1.

 

KPK sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, yaitu Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.[]

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Jebolan Finalis Indonesian Idol jadi Begal Mobil

20 September 2018 | 14:35 WIB

Dede Richo Ramalinggam, (Dede Idol), dibekuk Polisi lantaran terlibat kasus pencurian spesialis pecah kaca di kawasan Tangerang Selatan.

KPK akan Turun Tangan Benahi Lapas Kasus Korupsi

17 September 2018 | 18:55 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akan turun tangan membenahi lembaga pemasyarakatan (lapas) khususnya narapidana kasus korupsi.

Polisi Ungkap Peredaran Shabu dalam Kotak Pensil

21 September 2018 | 16:18 WIB

Polisi berhasil mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu dengan modus baru. Pelaku menyimpan narkoba di kotak pensil warna. Jaringan ini terkait jaringan narkoba Indonesia-Uganda.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber