jalan-jalan

Festival Jatiluwih 2018 Dikemas Beda dan Modern

Dina Kusumaningrum | Sabtu, 08 September 2018 09:15 WIB | PRINT BERITA

Festival Jatiluwih tingkatkan kunjungan wisman /ist

 

WARTABUANA -  Setelah sukses diperhelatan pertama, Festival Jatiluwih akan digelar lagi pada 14-15  September  2018 mendatang di  kawasan  Daya Tarik Wisata (DTW)  Jatiluwih, Tabanan-Bali.  Festival Jatiluwih kali ini bertema Matha Subak yang memadukan seni tradisional dengan modern.

 

“Tentunya untuk festival tahun ini, akan terkesan lebih berwarna dari kreativitas dan budayanya,” ujar I Nengah Sutirtayasa Selaku Ketua DTW Jariluwih sekaligus ketua Panitia Festival Jatiluwih 2018 saat menggelar jumpa pers di Restoran Gong, Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Kamis (7/9/2018).

 

Nengah Sutirtayasa memaparkan, konsep yang diusung tahun ini seiring dengan pendalaman dan penggalian tema potensi unggulan Jatiluwih. Seperti Tabanan yang dikenal sebagai lumbung berasnya Pulau Dewata.

 

“Hal ini ditunjang dengan luasnya persawahan di kabupaten Tabanan yang secara produktif menghasilkan padi terbaik. Jadi kita sangat bersyukur bisa kembali menggelar kegiatan ini dan dipastikan tahun 2018 ada banyak kejutan dan berbeda dari sebelumnya," kata Nengah Tirtayasa.

 

 I Nengah Sutirtayasa  (pegang mic) dan panitia lainnya saat menggelar jumpa pers /ist

Pihak penyelenggara festival akan lebih banyak menggandeng dan menghadirkan kesenian-kesenia Bali, seperti tari-tarian, kuliner hingga musik modern. Nantinya selama dua hari penyelenggaraan festival pengunjung akan diajak menikmati suasana alam yang sangat sejuk dan menyegarkan.

 

Menariknya, penyelenggaraan festival akan dilangsungkan ditengah sawah seluas 2 hektar dengan konsep panggung amfiteater. "Ini sangat berbeda dengan lainnya. Disini juga tersedia camp untuk pengunjung yang mau menyewa," imbuhnya.

 

Festivalnya sendiri buka dari jam 10.00 wita hingga malam hari. Selain bisa menikmati hiburan dan kolaborasi, pengunjung juga bisa menikmati keindahan Jatiluwih.

 

Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengharapkan dengan adanya festival tersebut dapat mendongkrak sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Tabanan. "Dengan adanya festival ini tentunya saya sangat berharap Jatiluwih bisa lebih dikenal lagi, tidak hanya oleh orang lokal melainkan oleh mancanegara, sehingga PAD Tabanan pun akan meningkat”. Ungkap Eka.

 

Setting panggung Festival Jatiluwih /ist

Bupati perempuan pertama di Bali tersebut memang tidak pernah kehabisan akal dalam menciptakan inovasi untuk mengangkat citra dan meningkatkan potensi daerahnya, setelah sebelumnya mengadakan Festival Tanah Lot yang berhasil mendatangkan wisatawan lebih dari 60 ribu orang dalam jangka waktu tiga hari, kini ia ingin mengulang keberhasilan tersebut pada festival Jatiluwih.

 

Pemkab Tabanan menargetkan peningkatan kunjungan waisata ke Jatiluwih ini hingga 50 persen. “Sekitar  2.400 wisatawan perharinya, Kalau hari biasa saat bulan rame yang biasanya terjadi pada Agustus mencapai 1.600 wisatawan perhari, setelah itu pada bulan biasa biasanya mencapai 1000 wisatawan perhari,” ungkap Eka Wiryastuti. []

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber