Cerita Pemandu Bus Wisata, Dari Dicuekin hingga Ditinggal Turun Penumpang

0

WARTABUANA – Bus wisata Keliling Ibu Kota merupakan kebijakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk para penumpang yang mencoba merasakan bus khusus wisatawan itu berkeliling-keliling kota Jakarta dengan dipandu oleh seorang wanita yang menceritakan tempat-tempat wisata yang ada di kota Jakarta..

Bus wisata tersebut mempunyai lima titik  pemberhentian. Mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balaikota-Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI.. Setiap kali berkeliling pemandu menceritakan sejarah-sejarah di setiap pemberhentian bus tersebut.

“Jadi aku setiap pemberhentian bus, aku menceritakan sejarah-sejarahnya tempat pemberhentian bus,” ujar  Pemandu Bus wisata, Rikka kepada wartabuana, selasa (25/03/2014).

Rikka menjelaskan, para penumpang yang naik bus pariwisata tersebut, bisa ratusan. Namun kebanyakan yang menaiki bis itu kebanyakan anak-anak. Beroprasi mulai jam 9 pagi sampai jam 9 malam.

“Satu hari bisa ratusan, dan kebanyakan anak-anak, mulai start dari jam 9 pagi sampai jam 21: 00,” jelasnya.

Rikka mengatakan tidak semua penumpang nyimak saat dirinya menceritakan dan menjelaskan tempat-tempat pemberhentian bus pariwisata itu, karena belum selesai dia bercerita para penumpang sudah turun.

“Nggak semua nyimak yang saya ceritakan, tapi ada juga yang sudah saya jelasin belum selesai  para penumpang sudah turun. Ada juga penumpang mendapat penjelasan cerita dari saya tidak dari awal,” katanya.

Di dalam bus tingkat ini bagian bawah, ada empat petugas yang melayani penumpang. Penumpang yang menumpang bus tersebut ternyata lebih senang duduk di lantai dua.

Ketika bus mulai berjalan, petugas on board menyampaikan salam.

“Selamat datang di bus tingkat wisata city tour Jakarta,” kata Rikka saat menyapa penumpang.

Sepanjang jalan, Rikka menjelaskan berbagai gedung, museum, dan pusat perbelanjaan yang dilintasi. Tak hanya mengenalkan gedung-gedung, Rikka juga menjelaskan sejarah museum, termasuk memperkenalkan proyek-proyek unggulan DKI Jakarta.

Ibu Dina (30) , salah satu penumpang bus Pariwisata yang naik bersama anak-anaknya menuturkan, sering-sering aja seperti begini. Menurutnya,  jadi dirinya kalau ngajak anak-anak jalan-jalan  tidak perlu desak-desakan.

“Anak-anak saya juga senang naik bis tingkat , karena anak saya belum pernah naik bis tingkat ini,”ujarnya sambil tersenyum.

Untuk diketahui, Bus tingkat wisata yang telah tiba di Jakarta ini menempuh rute, mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balaikota-Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI.

Bus berukuran panjang 13,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 4,2 meter itu hanya akan berhenti di setiap halte, untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Untuk tiga bulan pertama, penumpang tidak dikenakan tiket. Selanjutnya tiket akan disebar di hotel-hotel yang dilintasi bus tingkat wisata, seperti Hotel Kempinski, dan lainnya. Bus-bus ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00. Untuk memulai perjalanan, semua bus tingkat wisata akan parkir di Silang Barat Daya Monas. Waktu tempuh tiap bus berjarak 30 menit. [ ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here