Di Monas Tersedia Jasa Bekam dan Refleksi

0
5

JAKARTA, WB- Kehadiran pemijat refleksi bekam di taman silang Monas, bisa dibilang memberikan warna tersendiri bagi para pelancong di wisata rakyat itu. Di satu sisi, kehadiran mereka memberikan servis sekedar pelepas rasa lelah dan penat. Atau setidaknya mereka memberikan pelayanan kesehatan terapi pengobatan ala nabi (bekam).

Namun disisi lain keberadaan mereka juga dicurigai dengan alasan tidak jelas asal-muasal keahlian terapinya. Apalagi pandangan negatif prihal keberadaan mereka cukup menggangu keindahan, kenyamanan, dan ketertiban taman Monas. Pasalnya mereka dengan seenaknya menggelar karpet / tikar di pelataran taman.

“Kami semua disini sudah teruji terapinya. Memang karena gak punya tempat praktek, jadi kami buka pijat refleksi dan bekamnya di Monas,” ujar Zul Fahmi ketika disambangi wartabuana, bebebrapa waktu lalu di pelataran taman Monas.

Zul dan belasan temannya, mengaku sudah tiga tahun menekuni usaha pijat bekam refleksi di taman silang Monas. Bahkan diantara mereka sudah ada yang diwawancara oleh stasiun televisi swasta dan juga koran harian Nasional. Yang jelas mereka mengklaim para pelaku usaha pijat refleksi bekam terjamin dari sisi keahlian dan medis. Bahkan keberadaan mereka jauh ada sejak dibangunnya wahan batu refleksi.

“Kalau saya sudah tiga tahun buka usaha disini sama kawan-kawan,dan enggak ada yang komplain. Bahkan kami sudah punya langganan tetap,” ujar Zul yang berasal dari Pekanbaru, Riau itu.

Mereka mengklaim, hasil pijatan refleksinya sudah menjaga standar-standar kesehatan, misalnya, jarum yang steril (habis pakai buang), menggunakan sarung tangan karet, alcohol, kapas, dan juga betadine untuk menutup luka bekam basah. Disisi lain terapi pengobatan bekam Zul juga sesuai dengan standar refleksi rumah-rumah bekam pada umumnya. Bedanya mereka berpraktek dialam terbuka.

“Kita sama dengan rumah-rumah bekam yang ada, cuma bedanya kita gelar di Monas saja,” ujarnya.

Untuk satu pengunjung taman Monas yang ingin mencoba pijatan bang Zul, dikenakan mahar sebesar Rp 50 ribu. Dengan tarif tersebut, si pengunjung sudah bisa menikmati pijatan tangan di seluruh badan plus bekam.

Namun jika pengunjung hanya ingin di refleksi kaki saja, maka tarif yang dikenakan hanya Rp. 35 ribu saja.

“Kalau pijat sama bekam, itu biasanya 80 menit, kalau refleksi kaki aja itu bisa 35 menit,” ceritanya.

Diakui Zul, dalam sehari pendapatannya memijat refleksi tidaklah menentu. Kadang dalam sehari dirinya juga sepi  pengunjung yang dipijat. Namun berbeda jika hari Sabtu dan Minggu (weekand), terkadang lima sampai enam orang yang dia refleksi.  Itu artinya dalam akhir pekan dia bisa mengantongi uang sampai tiga ratus ribu rupiah.

Tidak Ada Jawaban

Sekarang ini, baik Zul dan kawan seprofesinya masih merasa tidak nyaman membuka usaha refleksi bekam di Monas. Pasalnya terkendala ijin dari pihak pengelola taman Monas yang juga tidak urung keluar. Padahal jauh-jauh hari, Zul dan beberapa paguyuban pijat refleksi taman Monas sudah mencoba meminta ijin resmi baik ke pengelola taman maupun ke balai kota (pengprov DKI). Namun hasil aduan mereka patah ditengah jalan. Mereka seolah-olah dibuat layaknya bola ping-pong yang terombang-ambing oleh si pengelola lahan.

“Ijin resmi enggak keluar juga, kita sudah ke manajemen Balkot tapi enggak ada jawabannya. Kata balkot itu bukan hak mereka tapi hak yang mengelola lapangan di Monas,” cerita ayah dari dua orang putra itu.

Lantaran masih tidak ada kejelasan ijin, Zul dan teman-temannya tetap nekat terus membuka usaha dikawasan hijau itu. Yang jelas sejak tampuk kekuasaan dipegang oleh Jokowi, para pelaku usaha di Monas seperti diberikan angin segar.

Tidak hanya Zul, pelaku usaha lain seperti pedagang kaki lima pun boleh berdagang di dalam area Monas. Hal ini tentu kontras ketika gubernur era Fauzi Wibowo (Foke) menjabat, dimana para pedagang harus lari `kucing-kucingan` ketika ada pegawai satpol PP melintas.

“Kita juga enggak diminta tarif preman sama petugas. Selama tidak ada larangan kita tetap buka usaha disini,” pungkas Zul.[ ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here