Sekjen FIFA `Blusukan` ke Dua Stadion di Brasil

104

SAO PAULO, WB – Sebagai induk tertinggi sepakbola dunia, FIFA tidak ingin penyelenggaraan Piala Dunia di Brasil kacau balau, terlebih kesiapan beberapa stadion hingga kini masih belum rampung. Padahal perhelatan kompetisi empat tahunan itu kurang dari dua bulan lagi.

Oleh karena itu, FIFA memutuskan untuk `blusukan` memeriksa kesiapan dua stadion, yakni Arena de Sao Paulo di Itaquera, dan Arena da Baixada di Curitiba yang masih terus dalam tahap pemantauan FIFA karena sempat mengalami beberapa masalah.

Sepanjang pekan ini, Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke terus memantau perkembangan dua stadion tersebut. Arena de Sao Paulo adalah stadion pertama yang disambanginya di mana pengerjaan stadion tersebut sempat terhenti karena konstruksi atap runtuh.

Padahal stadion itu nanti digunakan untuk menggelar laga pembukaan. Alhasil, Valcke pun memberi batasan waktu 50 hari ke depan, pengerjaan Arena de Sao Paulo harus sudah rampung.

“Arena de Sao Paulo akan siap untuk laga pembuka. Masih ada berbagai pemeriksaan lebih lanjut. 50 hari menuju hari pembukaan, tak boleh ada waktu terbuang,” ujar Valcke seperti dilansir situs FIFA.

Sementara itu, ketika menyambangi stadion Arena da Baixada, Valcke hanya memeriksa kondisi lapangan (rumput) dan melihat-lihat ruang konferensi pers stadion yang akan menggelar empat laga grup Piala Dunia 2014 tersebut.

Valcke berpendapat jika pengerjaan stadion Arena da Baixada sudah memasuki tahap finishing. Hal itu terlihat dalam yang diunggah oleh FIFA di situs resminya, di mana kursi-kursi lipat berwarna putih sudah terpasang rapi di tribun stadion, serta tambahan kapasitas 40.000 kursi dan atap buka-tutup yang juga telah terpasang.

Meski Curitiba sempat terancam gagal menggelar Piala Dunia karena selalu molor dari tenggat waktu. Tapi, sekarang kondisinya membaik. “Jelas masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Akan ada tes event pada 14 Mei di sini, di mana stadion akan diisi oleh kapasitas maksimum sama seperti Piala Dunia nanti,” tambahmya. []