Jumlah Warga Eropa yang Divaksinasi Lampaui Angka Kasus Terkonfirmasi COVID-19

9
Seorang tenaga kesehatan menerima suntikan vaksin COVID-19 di sebuah pusat vaksinasi di Bandara Fiumicino di Roma, Italia, pada 11 Februari 2021. (Xinhua/Alberto Lingria)

KOPENHAGEN – Jumlah warga Eropa yang telah divaksinasi COVID-19 tercatat lebih banyak dibandingkan yang terinfeksi, seperti disampaikan Hans Kluge, Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa pada Kamis (29/4).

“Berdasarkan jumlah kasus terkonfirmasi, 5,5 persen dari keseluruhan populasi Eropa kini telah terjangkit COVID-19, sementara sebanyak 7 persen (dari populasi) telah merampungkan rangkaian vaksinasi lengkap,” ujar Kluge dalam sebuah siaran pers.

Dia menambahkan bahwa hingga saat ini, sekitar 215 juta dosis vaksin telah didistribusikan di Eropa. Sekitar 16 persen populasi di kawasan Eropa itu telah menerima dosis pertama vaksin.

Orang-orang mengantre untuk menerima vaksin COVID-19 di sebuah pusat vaksinasi di Nice, Prancis selatan, pada 10 April 2021. (Xinhua/Serge Haouzi)

Kawasan Eropa sejauh ini telah melaporkan 51.506.373 kasus terkonfirmasi COVID-19 dan 1.076.173 kematian.

Terlepas dari penurunan jumlah kasus baru, rawat inap, dan kematian baru-baru ini, Kluge menegaskan kembali peringatan yang serius kepada warga di kawasan itu untuk tetap waspada dan “sadar dengan fakta bahwa vaksin saja tidak akan mengakhiri pandemi.”

“Tanpa memberikan informasi dan melibatkan komunitas, mereka masih bisa terpapar virus itu. Tanpa pengawasan, kita tidak dapat mengidentifikasi varian baru. Sementara tanpa pelacakan kontak, pemerintah mungkin perlu menerapkan kembali langkah-langkah pembatasan,” tambah Kluge.

Foto yang diabadikan pada 7 April 2021 ini menunjukkan sebuah tempat vaksinasi di Cornella, Spanyol. (Xinhua/Joan Gosa)

Dia menyebut Pekan Imunisasi Eropa yang dilaksanakan pada 24 April hingga 2 Mei menggambarkan pentingnya vaksin sebagai jaminan terhadap penyakit yang mengancam jiwa, merujuk pada 100.000 kasus campak yang terjadi pada 2019 lalu akibat menurunnya tingkat imunisasi pada tahun-tahun sebelumnya.

Orang-orang menunggu untuk menerima vaksin COVID-19 di Majdanpek, Serbia, pada 6 April 2021. (Xinhua/Wang Wei)

“Keberhasilan yang diperoleh dengan susah payah dapat hilang dengan cepat. Itu sebabnya saya mengimbau Anda untuk terus berupaya mempertahankan cakupan imunisasi yang tinggi dengan vaksinasi rutin di kawasan ini. Kita tidak boleh lengah pada penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Negara Bagian Haryana di India Lockdown Total 7 Hari

Kluge juga mendesak sistem kesehatan di kawasan itu untuk memberikan perawatan kesehatan dasar yang penting, termasuk vaksinasi rutin, sembari mengendalikan pandemi.  [Xinhua]

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments