Koridor Perjalanan Bebas Karantina Selandia Baru-Australia Dibuka 19 April

25

WELLINGTON –  Kesuksesan penanggulangan pandemi COVID-19 Selandia Baru mengindikasikan bahwa perjalanan bebas karantina antara Selandia Baru dan Australia dapat dimulai pada 19 April, demikian diumumkan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada Selasa (6/4).

Persyaratan untuk mulai membuka perjalanan bebas karantina dengan Australia telah dipenuhi, sebut Ardern dalam konferensi pers.

“Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru menilai risiko penularan COVID-19 dari Australia ke Selandia Baru rendah dan perjalanan bebas karantina aman untuk dimulai,” imbuh Ardern.

Perjalanan bebas karantina “membuka peluang untuk berkumpul kembali dengan orang-orang terkasih dan melanjutkan sektor perjalanan Trans-Tasman,” tutur sang perdana menteri.

“Salah satu pengorbanan besar yang harus dilakukan banyak orang dalam setahun terakhir adalah perpisahan dengan teman dan keluarga yang tinggal di Australia, jadi pengumuman hari ini akan sangat melegakan bagi banyak orang,” tambah Ardern.

Ardern menyoroti pemulihan ekonomi dan skema pembukaan perjalanan internasional yang aman, sembari terus mengupayakan strategi pemusnahan dan pencegahan kembali masuknya virus corona.

Kendati demikian, dia memperingatkan bahwa semua orang harus siap menghadapi potensi adanya gangguan perjalanan jika wabah merebak.

Menteri Penanggulangan COVID-19 Selandia Baru Chris Hipkins menuturkan bahwa agar dapat memenuhi syarat untuk bepergian ke atau dari Selandia Baru dengan penerbangan bebas karantina, warga tidak boleh teruji positif COVID-19 dalam periode 14 hari sebelumnya dan tidak boleh berada dalam keadaan menunggu hasil tes COVID-19 yang dilakukan selama periode 14 hari tersebut.

“Ketika warga yang berada di Australia memutuskan untuk datang ke Selandia Baru, mereka akan memesan penerbangan zona hijau. Artinya, tidak ada penumpang dalam penerbangan itu yang datang dari lokasi mana pun selain Australia selama 14 hari terakhir. Mereka juga akan terbang bersama awak pesawat yang tidak melewati rute-rute berisiko tinggi selama periode waktu tertentu,” imbuh Hipkins.

Baca Juga :  Menyambangi Kelas Karate Gadis Palestina

 

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Wellington.  (XHTV)