UE Sepakati UU Iklim Pertama Jelang KTT yang Diprakarsai AS

3
Orang-orang bersepeda melewati markas Uni Eropa dalam acara Hari Minggu Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Sunday) di Brussel, Belgia, pada 20 September 2020. (Xinhua/Zheng Huansong)

BRUSSEL – Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa (UE) pada Rabu (21/4) mencapai kesepakatan sementara perihal undang-undang (UU) iklim UE pertama, yang “mengabadikan komitmen UE dalam mencapai netralitas iklim pada 2050 mendatang.”

Kesepakatan itu dicapai pada malam jelang konferensi tingkat tinggi (KTT) virtual tentang perubahan iklim yang diprakarsai Amerika Serikat (AS), yang dijadwalkan digelar pada Kamis (22/4) dan Jumat (23/4).

UU iklim UE meningkatkan target pengurangan emisi gas rumah kaca bersih blok tersebut untuk 2030 mendatang dari 40 persen menjadi setidaknya 55 persen. Parlemen Eropa ingin membuat pengurangan tersebut lebih ambisius, mengusulkan pengurangan emisi hingga 60 persen pada dasawarsa berikutnya.

Menurut pernyataan Menteri Lingkungan Portugal Joao Pedro Matos Fernandes, yang memimpin negosiasi itu pada jam-jam terakhir, “perjanjian ini mengirimkan pesan yang kuat kepada dunia” menjelang gelaran KTT iklim yang diprakarsai AS, dan “membuka jalan bagi Komisi tersebut untuk bergerak maju, dengan proposal paket iklim pada Juni mendatang.”

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan pidato pada sesi pleno Parlemen Eropa di Brussel, Belgia, pada 20 Januari 2021. (Xinhua/Uni Eropa)

“Undang-undang iklim Eropa adalah ‘undang-undang penting’ yang menetapkan kerangka untuk legislasi terkait iklim UE untuk 30 tahun mendatang,” tambah Fernandes, yang negaranya saat ini memegang jabatan bergilir sebagai presiden Dewan UE.

Undang-undang iklim tersebut merupakan tonggak penting bagi Komisi Eropa yang dipimpin oleh Ursula von der Leyen, menyampaikan salah satu komitmen yang dia umumkan dalam pedoman politiknya pada Juli 2019 lalu, menurut rilis pers Komisi Eropa pada Rabu.

Menyambut kesepakatan tersebut, von der Leyen berkata, “Komitmen politik kami untuk menjadi benua netral iklim pertama pada 2050 mendatang saat ini juga merupakan komitmen hukum. UU Iklim itu mengarahkan Uni Eropa pada jalur hijau untuk satu generasi. Itu merupakan janji mengikat bagi anak dan cucu kita.”

Baca Juga :  8 Ekor Singa Asia di India Positif COVID-19

Jika diadopsi secara global, jalur nol emisi pada 2050 tersebut akan membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat di atas tingkat praindustri serta menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim.

Unsur lain dari perjanjian sementara itu termasuk pembentukan Dewan Penasihat Ilmiah Eropa untuk Perubahan Iklim, yang terdiri dari 15 pakar ilmiah senior dari berbagai negara.

Beberapa tugas dewan independen ini antara lain memberikan saran ilmiah dan pelaporan terkait langkah UE, target iklim, dan anggaran indikatif gas rumah kaca, serta kesesuaiannya dengan undang-undang iklim Eropa dan komitmen internasional UE di bawah Perjanjian Paris.

Perjanjian sementara tersebut harus mendapat persetujuan dari Dewan dan Parlemen Eropa, sebelum melalui langkah-langkah formal untuk prosedur penerapannya.  [Xinhua]

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments