Terkait RRDK, AS Akan Adopsi “Pendekatan Praktis”

32
Foto yang diabadikan pada 8 September 2018 ini menunjukkan jalan yang dihiasi bendera nasional Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) di Pyongyang, ibu kota RRDK. (Xinhua/Jiang Yaping)

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) siap menjajaki diplomasi dengan Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) dan mengadopsi “pendekatan praktis,” menurut pernyataan Gedung Putih pada Jumat (30/4).

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan AS Air Force One, bahwa pemerintahan Biden telah menyelesaikan tinjauan kebijakannya terkait RRDK.

“Kebijakan kami tidak akan berfokus pada pencapaian kesepakatan besar, juga tidak akan bergantung pada kesabaran strategis,” katanya. “Kebijakan kami menyerukan pendekatan praktis terkalibrasi yang terbuka untuk dan siap menjajaki diplomasi dengan RRDK serta membuat kemajuan praktis yang meningkatkan keamanan Amerika Serikat, sekutu kami, dan pasukan yang dikerahkan.”

Istilah “kesabaran strategis” dan “kesepakatan besar” secara khusus mengacu pada kebijakan AS terhadap RRDK semasa pemerintahan Barack Obama dan Donald Trump.

Psaki menegaskan kembali bahwa denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea tetap menjadi target kebijakan AS, seraya mengungkapkan bahwa “upaya empat pemerintahan sebelumnya belum berhasil mencapai tujuan itu.”

Dia menambahkan AS akan terus berkonsultasi dengan Korea Selatan, Jepang, dan sekutu serta para mitra lainnya untuk membahas isu tersebut.

Presiden Joe Biden bulan lalu mengungkapkan kepada wartawan bahwa RRDK telah menjadi isu kebijakan luar negeri penting bagi pemerintahannya. Menurut Gedung Putih, pemerintahan Biden telah berupaya menghubungi Pyongyang melalui beberapa saluran tetapi belum mendapat tanggapan apa pun.

Wakil Pertama Menteri Luar Negeri RRDK Choe Son Hui pada Maret lalu menyampaikan bahwa Pyongyang akan terus mengabaikan upaya pendekatan AS sampai Washington “mencabut kebijakan permusuhannya.”

Negosiasi denuklirisasi antara Pyongyang dan Washington telah menemui jalan buntu sejak pertemuan puncak antara pemimpin tertinggi RRDK Kim Jong Un dan mantan presiden AS Donald Trump gagal mencapai kesepakatan pada Februari 2019 di Hanoi, ibu kota Vietnam.  [Xinhua]

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments