Pemimpin Itu Bukan Bos, Tapi Sebagai Pelayan

259

JAKARTA, WB – “Pemimpin itu bukan bos, tapi sebagai pelayan” jadi visi dan misi Pdt Japarlin Marbun yang baru saja terpilih menjadi Ketua Umum PPH Gereja Bethel Indonesia (GBI) periode 2014-2018 yang telah diselenggarakan dalam sidang sinode di Sentul, Bogor pada 28 hingga 31 Oktober lalu.

Pdt Japarlin berharap, di era kepemimpinannya, ia bisa terus mengembangkan gereja GBI menjadi gereja yang besar. Selain itu, ia ingin juga bisa menjadi penengah dalam menyelesaikan konflik internal GBI di mana ada dua kubu yang saat ini tak sejalan antara Pdt Jacob Nahuway dengan Pdt Niko Djotorahardjo.

“Kita tak bisa pungkiri ada kelompok-kelompok itu. Oleh sebab itulah dalam kepengurusan yang baru, kita ingin mengakomodir sehingga kita bisa bicara di dalam supaya ke depan GBI menjadi gerej yang mantap,” Pdt Japarlin dalam konferensi pers di gedung Graha Bethel, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2014).

Saat ditanya perihal adanya pendeta GBI yang tersandung masalah korupsi dan diperiksa oleh KPK, pria kelahiran Tapanuli Utara ini beralasan, kasus itu tidak ada hubungannya dengan gereja GBI itu sendiri.

“Banyak pendeta GBI yang terlibat bisnis dan usaha. Sehingga kalau ada kasus yang menyangkut KPK itu pasti bukan masalah gereja, tapi masalah bisnis. Meski pada akhirnya nama pendeta yang terbawa-bawa,” tuturnya.

Ke depan, Pdt Japarlin ingin membawa GBI jadi gereja yang bukan hanya gereja besar dengan memiliki lebih dari 2 juta orang di dunia, namun sebagai pelayan bagi masyarakat banyak demi memenuhi kebutuhan dalam pelayanan gereja supaya mencapai tujuan dalam Tuhan.

“GBI ini adalah sebuah gereja cukup besar dengan memiliki sekitar 23 ribu orang pendeta dan memiliki 5300 lebih gereja. Kami juga telah melantik 1069 pendeta baru dari seluruh indonesia dan dunia karena GBI ada di berbagai negara,” katanya.

Senada dengan Pdt Japarlin, Pdt Rubin Adrian Abraham juga mengingingkan GBI ke depan bisa jadi lebih baik lagi dalam setiap pelayanannya.

“Kita ingin punya gereja yang berguna bagi masyarakat, serta menjadi garam dan terang di masyarakat. Sehingga apapun pergumulan bisa terjawab dalam firman Tuhan,” imbuhnya. []