Ketua MPR Apresiasi  Eksistensi APLI Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

54
Ketua MPR Bambang Soesatyo membuka APLI Convention 2020 /ist

WARTABUANA – Sektor penjualan langsung harus didukung penuh karena terbukti berkontribusi pada kesejahteraan dan  ekonomi rakyat. Bahkan salah satu sistemnya, yaitu MLM bisa bermanfaat bagi mahasiswa dan pelajar sehingga mereka bisa berwirausaha sambil menempuh pendidikan.

Pernyataan itu disampaikan Ketua MPR Bambang Soesatyo saat membuka kegiatan tahunan Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), yakni APLI Convention 2020 dan APLI Award di  Grandballroom    Intercontinental Hotel, Pondok Indah, Jakarta pada Jumat (11/12/2020) malam.

Kegiatan ini dihadiri para pelaku industri penjualan langsung serta pemangku kepentingan guna mensosialisasikan kembali industri penjualan langsung serta dampak positif secara ekonomi dan sosial terhadap masyarakat.

Merujuk laporan tahunan dari 147 perusahaan pada 2019, perusahaan direct selling, termasuk yang menjalankan penjualan dengan sistem berjenjang (multi level marketing atau MLM), berhasil mencatatkan transaksi penjualan Rp 14,7 triliun dengan melibatkan 5,3 juta mitra usaha.

Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi eksistensi Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) yang telah berkontribusi pada perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

“Catatan menggembirakan lainnya yang patut diapresiasi adalah bahwa skema MLM ini juga dimanfaatkan bagi pelajar dan mahasiswa sehingga mereka bisa berwirausaha sambil menempuh pendidikan,” ujar Bamsoet.

Bamsoet menjelaskan, sektor penjualan langsung MLM juga ‘berjasa’ menjaga dan melindungi produk dalam negeri. Karena lebih dari separuh atau sekitar 51,86 persen yang dijual adalah produk dalam negeri.

“Sektor penjualan langsung dengan sistem MLM harus didukung penuh karena terbukti berkontribusi pada kesejahteraan dan  ekonomi rakyat serta bermanfaat bagi mahasiswa dan pelajar sehingga mereka bisa berwirausaha sambil menempuh pendidikan,” ungkapnya.

Ina Rachman, Sekjen APLI saat memberikan keterangan pers /ist

Sementara itu,  Ketua APLI Kany V. Soemantoro mengatakan, melalui kegiatan ini, pihaknya menyambut baik komitmen yang diberikan oleh para mitra kerja APLI beserta seluruh pemangku kepentingan termasuk Kementerian Perdagangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Satuan Tugas Waspada Investasi, Kepolisian Republik Indonesia (POLRI),  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) guna mensosialisasikan dan memperkuat persepsi masyarakat terkait industri penjualan langsung di Indonesia.

“Dewasa ini memang banyak masyarakat yang dirugikan oleh maraknya praktik penipuan berkedok investasi, tabungan, arisan, investasi emas, asuransi dan sebagainya yang beroperasi menggunakan nama penjualan langsung atau multi level marketing. APLI bersama para  stakeholder terus berupaya memberantas praktik-praktik ilegal seperti itu,” ujar Kany V. Soemantoro.

Masih menurut Kany V. Soemantoro, selama Pendemi Covid-19 ini, industri direct selling mampu memberikan income ke negara 14,7T  bahkan update terakhir telah mencapai 16,3T. Di saat bisnis lain gulung tikar dan mem PHK karyawannya, namun industri direct selling justru eksis.

“Semua keberhasilan itu berkat leader/mitrabusaha/member yang selalu melakukan penjualan produk industri kami,” ungkap Kany V. Soemantoro                           .

Selain Ketua MPR-RI,  acara ini yang merupakan suatu rangkaian acara recognition kepada para mitra usaha sebagai Top Leader dari seluruh Perusahaan anggota APLI yang masuk kategori The Best Entrepreneur of The Year ini juga dihadiri Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia SE., KABARESKRIM POLRI, Komjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

“APLI juga memberikan penghargaan kepada pihak yang telah berjasa dalam Industri maupun Asosiasi yang masuk dalam kategori Lifetime Achievement Award dan penghargaan kepada para Penyidik POLRI yang berprestasi dalam Industri Direct Selling. Harapan kami ke depannya industri direct selling akan lebih membantu perekonomian negara,”papar Kany V. Soemantoro.

Sementara itu, Steering Committee yang juga menjabat Sekjen APLI  Ina Rachman menegaskan, acara yang digelar disaat Pendemi Covid-19 menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Setiap tamu undangan harus menjalani rapid test ditempat.  “Mereka yang sudah melakukan rapid test atau SWAB harus menunjukka n suratketerangan hasilnya,” jelas Ina Rachman.

Untuk mencegah kerumunan, penyelenggara hanya mengudanng tamu dan peserta maksimal 25 persen dari kapasitas ruangan yang mampu menampung 1.300 orang itu. Semua peserta wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan menggunakan handsanitizer. []