Komunitas Cinta Berkain Indonesia Meriahkan Adiwastra Nusantara 2020

13

WARTABUANA – Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) berdiri dari rasa keprihatinan terhadap kurangnya perhatian dan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya bangsa khususnya budaya berkain tradisional nusantara, yang sekarang ini semakin lemah terdesak dengan derasnya arus budaya asing terhadap gaya hidup bangsa.

Komunitas yang hampir tersebar di seluruh Nusantara ini memiliki tujuan utama yakni mengajak seluruh warga Indonesia untuk lebih mencintai dan ikut telibat dalam melestarikan warisan budaya Indonesia.

“Misi kita melestarikan budaya seperti kain khusus dari leluhur kita yang cukup manis untuk digunakan sehari-hari,” kata Ketua KCBI, Ir. Sita Hanimastuty Agustanzil di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 8 Maret 2020.

Komunitas ini pun terus menggaungkan kain nusantara salah satunya dengan memeriahkan acara Adiwastra Nusantara 2020. Menurut Sita, Adiwastra Nusantara sebagai wadah untuk dapat memperlihatkan beragam macam kain kepada masyarakat.

Ketua KCBI, Ir. Sita Hanimastuty Agustanzil /ist

Pada event Adiwastra Nusantara yang akan digelar pada tanggal 25-29 Maret 2020 di Hall A & B, JCC, Senayan, KCBI akan memamerkan kain melalui pagelaran fashion show dengan menampilkan 24 model yang terbagi dari Sabang sampai Merauke.

“Jadi kita juga ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa berkain ini bukan hal yang ekslusif, tapi juga bisa diekslusifkan tergantung bagaimana cara kita menggunakannya. Kain-kain kita ini jangan diekslusifkan membuat orang jadi jauh. Sehingga pengrajin pun bisa mempunyai pasar yang lebih besar tidak hanya untuk kalangan tertentu tapi untuk semua masyarakat,” terangnya.

Pada event Adiwastra Nusantara yang akan digelar pada tanggal 25-29 Maret 2020 di Hall A & B, JCC, Senayan, KCBI akan memamerkan kain melalui pagelaran fashion show dengan menampilkan 24 model yang terbagi dari Sabang sampai Merauke.

“Kita rencanakan nanti dibagi-bagi dari Sumatera Utara, Barat Selatan bahkan ada juga nanti Jawa, yang bener-bener semi pakem artinya di atasnya itu kita tetap mengetengahkan ada baju kebaya panjang kita ingin memperlihatkan kebaya panjang itu bisa digunakan utk semua kain,” tutup Sita.[]