Pandemi Covid-19 Bikin Dunia Hiburan Mati Suri, Wartawan Gelar Diskusi Cari Solusi

9

WARTABUANA – Dampak buruk Pandemi Covid-19 terasa hampir disemua lini kehidupan, termasuk dunia bisnis hiburan yang membuat para pekerja seni harus mati suri. Kondisi itu semakin tidak jelas karena belum adanya regulasi kebijakan dari pemerintah yang melindungi banyak kepentingan.

Berangkat dari keprihatinan itulah, PWI Jaya sie Film, Musik, Lifestyle menggelar diskusi media bertema ‘Recovery Industri Hiburan Di Era New Normal’, yang digelar pada 22-23 Agustus 2020 di Jambuluwuk Convention Hall & Resort Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Hadir dalam diskusi; Roy Jeconiah (musisi), Inggrid Widjanarko (Artis), Harry ‘Koko’ Santoso (Promotor Musik), Agi Sugianto (Produser Musik), Djony Syafruddin (Ketua GPBSI), Alicia Johar (Ketum PARFI), Bagiono Prabowo SH, MH, (Ketua PAFINDO), dan Derry 4 Sekawan (Komedian).

Diskusi yang dipandu Ketua PWI Jaya Sie Film, Musik & Lifestyle Irish Riswoyo, dan Benny Benke, wartawan & pengamat film, berlangsung menarik.

Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djony Syafruddin yang jadi pembicara pertama berujar, bioskop siap beroperasi kembali dengan aturan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Ketua PWI Jaya Sie Film, Musik & Lifestyle Irish Riswoyo / ist

“Tapi sayang, terjadi ketidak konsistenan tentang pembukaan bioskop yang semula mendapat izin dari Gubernur DKI Jakarta pada tanggal 29 Juli 2020, namun tiba-tiba dibatalkan,” ujar Djony. Kabarnya, pembatalan itu terjadi setelah ada keberatan dari salah satu pejabat di pusat.

Djony yang memiliki banyak bioskop di daerah mengatakan, pengelola bioskop akan mentaati protokol kesehatan termasuk penataan tempat duduk yang harus berjarak. Hingga kapasitas yang tidak diperbolehkan penuh atau 50 persen dari kapasitas total.

Sementara itu, Alicia Johar (Ketum PARFI) dan Bagiono Prabowo (Ketua PAFINDO)  berharap ada kelonggaran izin syuting film, tentunya dengan pengawasan protokol kesehatan. Tidak hanya itu, mereka memohon agar pajak tontonan dapat ditekan ke angka seragam 10 persen di seluruh Indonesia. Membangun bioskop yang merata di daerah, serta mendapat layar yang cukup adil.

Inggrid Widjanarko /ist

Dari dunia panggung musik dipusaran pandemik, Roy Jeconiah (musisi), Inggrid Widjanarko (Artis), Harry ‘Koko’ Santoso (Promotor Musik), Agi Sugianto (Produser Musik), selain bicara kebijakan pasti soal protokol kesehatan di era new normal saat ini, mereka bicara lebih kepada bagaimana para pekerjaseni bersiasat untuk tetap kreatif dan produktif.

Di masa Pandemi ini, Harry ‘Koko’ Santoso sedang merancang sebuah konser musik dan tari dari atas kapal dengan penonton dipinggir pantai dengan aturan protokol kesehatan. Dengan Spirits of Thousand Islands, event musik ini akan hadir banyak destinasi pariwisata khusus seperti: Jayapura, Merauke, Lombok, Bali, Surabaya, Banyuwangi, Pulau Komodo, dan lain-lain.

Roy Jeconiah dan Agi Sugianto akan lebih memanfaatkan media baru di era digital saat ini. Roy yang baru saja mengeluarkan single, platform digital jadi ruang berpromosi. Begitu juga, lewat digital streaming menjadi solusinya untuk tampil menghibur walau ditonton secara virtual.

Diskusi ini diharapkan mampu melihat dari berbagai aspek hingga dapat memahami permasalahan secara menyeluruh dan komprehensif. []