Banyak Kasus COVID-19 Baru, Filipina Himbau Warganya Hindari Pertemuan Massal

67
Ilustrasi. /ist

WARTABUANA – Departemen Kesehatan Filipina pada Selasa (1/12) melaporkan 1.298 kasus terkonfirmasi baru COVID-19, menambah total kasus di negara itu menjadi 432.925.

Departemen Kesehatan Filipina mengatakan bahwa ada tambahan 135 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total kesembuhan menjadi 398.782. Sementara itu, jumlah korban meninggal naik menjadi 8.418 usai ada tambahan 27 pasien yang meninggal akibat epidemi coronavirus.

Menteri Kesehatan Filipina Francisco Duque kembali mengimbau masyarakat untuk mewaspadai risiko dari tindakan mereka dalam merayakan Natal dan menyambut tahun baru.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperpanjang level karantina masyarakat umum di ibu kota Manila hingga 31 Desember sebagai upaya untuk membendung penyebaran pandemi COVID-19 selama liburan.

“Ini perayaan yang panjang, tetapi kita harus berhati-hati. Jika tidak, kita akan menghapus kemajuan kita. Jangan sampai kita berpuas diri,” ujar Duque dalam sebuah wawancara dengan televisi lokal pada Selasa.

“Akan ada lebih banyak orang yang bepergian pada musim liburan ini, dan hal itu dapat meningkatkan kontak, serta tingkat penularan. Kemungkinan ada potensi lonjakan kasus,” lanjut Duque.

Pemerintah Filipina melarang pertemuan massal selama liburan, termasuk reuni keluarga, pesta, dan perayaan Natal untuk membendung penyebaran COVID-19.

Duque menegaskan kembali pedoman untuk menghindari keramaian dan bepergian selama musim liburan itu dan membatasi pertemuan untuk anggota keluarga dekat.

“Kami melarang masyarakat mengundang bahkan kerabat yang datang dari tempat berbeda. Anda bisa berjalan-jalan, bersenang-senang, tetapi Anda membawa virus, dan Anda bisa menyebarkannya tanpa disadari,” tuturnya.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperpanjang level karantina masyarakat umum di ibu kota Manila hingga 31 Desember sebagai upaya untuk membendung penyebaran pandemi COVID-19 selama liburan.[Xinhua]