Dua Guru Terpilih Ikuti Pelatihan Promethean di Australia

235

JAKARTA, WB – Perkembangan dunia teknologi pendidikan menjadi sarana proses belajar mengajar antara antara siswa dan pengajar atau dosen menjadi semakin mudah. Prestasi pengajar Indonesia di dunia pendidikan Internasional sudah mulai diperhitungkan.

 

Kebutuhan akan adanya tenaga pengajar yang berprestasi juga menjadi perhatian kalangan swasta, PT Offistarindo Adiprima sebagai distributor peralatan pendidikan berbasis teknologi dan Promethean UK secara khusus memberikan pelatihan pada guru-guru yang berprestasi di kantor Promethean di Melbourne Australia.

 

Bertempat di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (14/2) dua orang guru berprestasi dari Jakarta Dewi Meriani (SMAN 33) dengan judul System Respirasi dan Budie Dwitama (SMAN 16) dengan judul Hardware & Software akan bertemu dengan guru-guru dari seluruh dunia di Australia dalam waktu dekat ini.

 

Hadir dalam acara penyerahan penghargaan tersebut sejumlah pejabat pemerintah seperti Walikota Jakarta Pusat dan Ketua Kejaksaan Tinggi Jakarta, toloh masyarakat Rizal Ramli, para pengusaha seperti Harry Lo, Direktur Utama Offistarindo Adhiprima dan Rina Aditya Sartika SE, Direktur Utama PT Astri Cahaya Gemilang. Sementara dari pihak Promethean UK diwakili oleh Magnus Bengtsson dan Alex Chua.

 

Bukan kali ini saja, guru-guru berprestasi di Indonesia dikirim untuk mengikuti serangkaian pelatihan pendidikan berbasis teknologi di manca negara. Pada 2012 telah dilakukan pengiriman guru berprestasi ke Singapura dan pada 2013 juga sejumlah guru dikirim ke Singapura dan baru 2014 ini ke Australia.

 

Teknologi berbasis pendidikan ini sangat diperlukan para guru, agar pengetahuan mereka berkembang dalam skala dunia. Dengan terus berkembangnya bidang internet, membuat para guru bisa bergaul dengan sesama guru di seluruh dunia untuk saling bertukar pikiran mengembangkan dunia pendidikan.

 

“Dengan teknologi terbaru dalam bidang pendidikan seperti Interactive whiteboard, proses belajar mengajar antara siswa dan pengajar atau dosen menjadi semakin mudah dan siswa semakin mudah mengerti pelajaran tersebut,” kata Harry Lo, Direktur Utama PT Offistarindo Adhiprima dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu (15/2).

 

Pada akhirnya teknologi ini dapat meningkatkan daya serap serta animo belajar siswa yang sangat fantastis sesuai petunjuk Permendiknas yaitu menggunakan sarana yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa yang tinggi serta menjadikan suasana belajar mengajar yang menyenangkan.

 

Pendidikan berbasis teknologi dipastikan mampu mengubah metode/sistem belajar yang sifatnya masih manual ke sistem belajar mengajar yang lebih interaktif karena merupakan sarana pembelajaran multimedia yang berupa media teks, grafis, foto, gambar, audio, video serta animasi secara integrasi. []