Kecemasan Akibat Lockdown Picu “Ledakan Kasus Tic” di Kalangan Gadis Remaja Inggris

33

WARTABUANA – Sejumlah dokter di Inggris pada Minggu (7/3) mengatakan semakin banyak gadis remaja di negara tersebut yang mengalami gangguan tic dan sindrom Tourette selama karantina wilayah (lockdown) COVID-19 yang masih berlangsung. Mereka meyakini pemicunya adalah kecemasan di tengah lockdown.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Minggu di jurnal Archives of Disease in Childhood, para psikiater melaporkan “ledakan kasus tic”, yang diyakini dipicu oleh stres dan kecemasan, dengan banyak orang mengunggah masalah tic di platform media sosial seperti TikTok.

Beberapa rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Great Ormond Street dan Rumah Sakit Anak Evelina London, mencatat lonjakan rujukan sejak pandemi mulai merebak, terutama pada remaja perempuan.

“Lonjakan rujukan baru ini terdiri dari para remaja perempuan dengan serangan tic motorik dan fonis mendadak yang bersifat kompleks dan tidak wajar,” tulis para dokter tersebut. “Jika terus berlanjut, ini dapat mencapai 150 hingga 200 kasus per tahun, membuat angka rujukan menjadi dua kali lipat.”

Anne Longfield, dalam pidato terakhirnya sebagai komisaris urusan anak-anak di Inggris bulan lalu, memperingatkan bahwa “tidak mungkin melebih-lebihkan” betapa buruknya situasi tahun lalu.

Sejak merebaknya pandemi COVID-19 di Inggris, para dokter anak dan praktisi kesehatan mental anak telah memperhatikan peningkatan gejala tic pada beberapa anak dan remaja yang didiagnosis menderita gangguan tic.

Saat ini, Inggris memberlakukan lockdown nasional ketiga sejak pandemi merebak di negara tersebut. Langkah pembatasan serupa juga diterapkan di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

Demi mengembalikan kehidupan ke keadaan normal, negara-negara seperti Inggris, China, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat berpacu dengan waktu untuk meluncurkan vaksin virus corona.

Tic merupakan gerakan otot yang cepat dan berulang yang mengakibatkan sentakan atau suara tubuh secara tiba-tiba dan sulit dikendalikan.

Baca Juga :  Di Indonesia, Pertumbuhan Ekonomi Milik Menengah Atas

Gangguan tersebut cukup umum terjadi di masa kanak-kanak dan biasanya pertama kali muncul pada usia sekitar lima tahun. Terkadang, penyakit itu juga dapat mulai terjadi semasa dewasa.

Tic tidak bersifat serius dan biasanya membaik seiring waktu. Namun, penyakit tersebut dapat membuat frustrasi dan mengganggu aktivitas sehari-hari.  [Xinhua]