PBB Luncurkan Instrumen Pemantau Peluncuran Vaksin COVID-19 di Negara Terdampak Krisis Kemanusiaan

32
Sejumlah pekerja memindahkan boks berisi vaksin COVID-19 dari COVAX, sebuah inisiatif pendistribusian vaksin, yang tiba di Bandar Udara Internasional Abidjan di Abidjan, Pantai Gading, pada 26 Februari 2021. (Xinhua/Yvan Sonh)

WARTABUANA – Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meluncurkan sebuah elemen baru berupa instrumen data yang berfokus pada peluncuran vaksin COVID-19 di negara-negara yang mengalami keadaan darurat kemanusiaan, kata kantor tersebut pada Jumat (5/3).

Elemen baru itu akan melacak vaksin baik yang dialokasikan melalui COVAX maupun yang dikirim ke negara-negara dalam daftar pengawasan. Instrumen tersebut juga melacak negara mana yang telah menerima sumbangan atau pengadaan vaksin, kata OCHA.

COVAX, instrumen global untuk pengadaan dan pengiriman vaksin bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, telah mengalokasikan 73 juta dosis vaksin ke 25 negara dengan keadaan darurat kemanusiaan pada putaran pertama, dengan tahap pengiriman telah berlangsung, ungkap kantor tersebut.

Hingga Jumat, COVAX telah mengirimkan hampir 7 juta dosis vaksin ke lima negara dengan keadaan darurat kemanusiaan, yaitu Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Mali, Nigeria, dan Sudan. Sementara itu, sebanyak 5,8 juta dosis vaksin lebih lanjut telah disumbangkan atau diperoleh di 10 negara dengan krisis kemanusiaan, tambah OCHA.

Secara global, sedikitnya 283 juta orang telah menerima paling tidak satu suntikan dosis vaksin COVID-19. Namun, kurang dari 500.000 di antaranya berada di enam negara dengan keadaan darurat kemanusiaan, papar OCHA.  [Xinhua]

Baca Juga :  Jokowi Diundang Tommy Resmikan Apartemen