12 Kasus Pelanggaran Pemilu di Jatim Siap Disidang

45

SURABAYA, WB – Polda Jawa Timur menangani 12 kasus Pemilu 2014 dan semuanya sudah P-21 dan siap untuk proses persidangan.

 

“Secara aturan, penyelenggara Pemilu memang dibatasi 14 hari, termasuk penanganan kasus, bahkan prosedurnya ada Gakkumdu yang melibatkan Panwas dan aparat penegak hukum,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono di Surabaya, Jumat (18/4/2014).

 

Awi Setiyono menjelaskan, pelanggaran Pemilu itu ada yang bersifat pelanggaran administrasi dan kasusnya akan ditangani Panwas. “Kalau pelanggaran pidana akan dilimpahkan ke polisi. Jadi, kami bersifat menunggu keputusan Gakkumdu,” katanya.

 

Rencananya, ada 17 tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Bire Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang, akan dilakukan penghitungan ulang. Keputusan itu dilakukan setelah Bawaslu Jatim menemukan adanya laporan TPS fiktif di desa itu.

 

Selain itu, di Jatim juga ada pencoblosan ulang Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 pada 10 daerah kabupaten/kota di Jatim. Untuk pencoblosan ulang itu, Polda Jatim menyiapkan 13 SSK (satuan setingkat kompi) atau sekitar 1.300 personel Brimob untuk pengamanan.

 

Ke-10 zona pencoblosan ulang adalah Surabaya, Banyuwangi, Ponorogo, Kabupaten Madiun, Bojonegoro, Nganjuk, Gresik, Pamekasan, Kabupaten Mojokerto, dan Lumajang. Jumlah TPS yang melakukan pencoblosan ulang itu mencapai 81 TPS se-Jatim. [pk]