Agum Tidak Berharap, Tapi Siap Jadi Menteri

115

JAKARTA, WB –  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Purnawirawan Warakauri TNI-Polri (DPP Pepabri), Agum Gumelar menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah ditawari posisi menteri oleh PDI-P jika Joko Widodo (Jokowi) lolos jadi Presiden dalam Pilpres mendatang.

Hal itu ditegaskan oleh Agum terkait adanya dugaan tawaran posisi menteri dari PDI-P, lantaran Agum dengan tegas  menyatakan untuk tidak mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden mendatang.

“Oh tidak ada tawaran menteri,” ujar Agum usai melakukan pertemuan dengan Prabowo Subianto di kantor DPP Pepabri, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa petang (22/4/2014).

Agum menambahkan, dirinya saat ini tidak memiliki niat lagi menjadi seorang menteri. Akan tetapi, bila siapapun Presiden yang baru nantinya menunjuk dirinya sebagai menteri maka ia akan bekerja semaksimal mungkin menjalankan amanah tersebut.

“Siapapun yang akan menawari saya, interest saya cuma satu yaitu mudah-mudahan pemikiran saya bermanfaat bagi bangsa dan negara. Tapi saya sebetulnya sudah tidak ada interest ke arah situ (menjadi menteri),” ujarnya.

Mantan Menteri Perhubungan di era Presiden Megawati Soekarnoputri ini menuturkan bahwa, pernyataan dirinya yang secara tegas tidak mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden hanya obrolan santai, tak ubahnya obrolan”warung kopi” biasa dan bukan dalam kapasitas pernyataan pers.

Karena itu, ia meminta agar pernyataan tersebut tidak perlu dipermasalahkan lagi. “Itu pernyaataan yang sifatnya hanya ngobrol dan diluar record. Ya sudah lah itu gak usah dipermasalahkan lagi,” kata Agum.

Karena itu Agum menjelaskan, bila dirinya tidak mendukung Prabowo sebagai Presiden 2014, maka hal tersebut tidak memiliki pengaruh sedikitpun terhadap pencapresan Prabowo nanti.

“Kalaupun Pak Prabowo kehilangan dukungan dari saya, maka saya rasa tidak ada masalah,” pungkas mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) di era Presiden KH Abdurahman Wahid ini. []