Al Labs Hadirkan Covid-19 Mobile Laboratory Diagnostics

30

WARTABUANA –  Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah koronavirus 2019-20 (Corona Virus Disease [Covid-19]) sebagai pandemi global dengan kasus penularan yang kian tinggi di seluruh dunia, situasi ini telah menjadi perhatian khusus oleh para pemimpin di berbagai negara.

Di Indonesia Per tanggal 26 Maret 2020, Pandemi Covid-19 telah mencapai 893 kasus positif dengan 87 kasus meninggal dunia (sumber: covid19.go.id). Agile Innovation Labs (AI Labs) sebagai sebuah komunitas yang mendorong partisipasi banyak kalangan dalam mengembangkan budaya inovasi berupaya turut membantu dan mengambil peran dalam mengatasi kondisi luar biasa ini.

AI Labs akan menghadirkan COVID-19 Mobile Laboratory Diagnostics Pertama di Indonesia, sebuah laboratorium kesehatan bergerak yang dilengkapi dengan peralatan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mengecek apakah seseorang telah terinfeksi virus Covid19 atau tidak, secara cepat dan akurat (hanya membutuhkan waktu 4 jam/sampel pasien) sehingga Time attendance system hingga hasil pengecekan dapat diketahui oleh pasien paling lama dalam rentang 1×24 jam.

Untuk membuat Mobile Lab yang sesuai standard tersebut, AI Labs secara kontinyu telah berkonsultasi dengan Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi (PPNN) ITB untuk mewujudkan cita-cita membantu pemerintah untuk menyelamatkan sebanyak-banyaknya orang, mengajak semua pihak bekerjasama, berkolaborasi melalui crowdfunding https://kitabisa.com/campaign/mobilelabs

Covid-19 Mobile Laboratory Diagnostics ini sangat dibutuhkan untuk membantu dan meningkatkan pelayanan laboratorium kesehatan yang telah ada, dan dapat melakukan pengecekan Covid-19 secara lebih fleksibel ke lokasi dan wilayah-wilayah yang memiliki skala prioritas penanganan dan dapat membantu pemerintah dalam melakukan rapid test Covid-19 di wilayah-wilayah terdampak secara lebih akurat dan efektif.

Laboratorium ini juga akan sangat berguna untuk keperluan medis lainnya, seperti riset biologi, pengujian klinis, dan bahkan analisis untuk epidemik Hi-Risk virus seperti A-H1N1 Swine Flu, H5N1 AVIAN Flu/Bird Flu, FMD, TB, Salmonella dan lain lainnya.

“Kami sadar, pemerintah sudah melakukan banyak hal dan sangat serius menangani situasi dan kondisi luar biasa ini, maka kami ingin turut berpartipasi dan menjadi bagian penting dari negeri ini untuk menghadirkan solusi yang dapat membantu tenaga medis dan pihak rumah sakit dalam memberikan penanganan yang cepat, tepat sehingga penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan secara efektif,” Jelas Leader Agile Innovation Labs, Anton Herutomo.

Pandemik covid-19 jelas membutuhkan aksi cepat dari berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan tindakan yang saling terkoordinasi menghentikan penyebaran virus sampai pada titik nol. Kebutuhan untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang mampu melakukan pengujian dengan cepat dan tepat perlu untuk segera dilakukan.

Proses diagnosa untuk menguji dan memastikan seorang pasien itu positif atau negatif covid-19 dengan Portable COVID-19 Mobile Laboratory Diagnostics ini diyakini akan membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam per orang. Proses dimulai dengan mengambil apusan dari hidung, orofaring, dan tenggorokan (5-15 menit). Lalu dilanjutkan dengan Ekstraksi RNA Virus (60-90 menit) dan kemudian dilakukan Deteksi Menggunakan rRT-PCR Covid Diagnostic Kit (90-120 menit).

Menurut Anton, inilah saatnya kita saling bahu membahu bekerjasama, bersatu dan berkolaborasi mengatasi situasi luar biasa ini. Laboratorium ini diharapkan mampu melakukan pengujian cepat dengan akurasi tinggi untuk memetakan sebaran dan memberi rekomendasi kepada pasien yang terindikasi covid-19.

“Keunggulan lab ini adalah kemudahan untuk berpindah secara cepat ke lokasi yang menjadi sumber infeksi tanpa menimbulkan risiko tambahan penyebaran lebih lanjut. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Lembaga medis yang terakreditasi, semoga gerakan kolaborasi ini dapat memberikan manfaat yang maksimal dan membantu pemerintah beserta seluruh komponen bangsa melewati masa-masa yang luar biasa ini,” Pungkas Anton.

Beberapa pihak sangat mendukung inisiatif dari AI Labs antara lain datang dari Sandiaga Uno yang menyatakan, saat ini semua elemen masyarakat harus berperan sesuai kemampuan dan keahliannya, semoga inisiatif ini bisa diduplikasi dan direplikasi oleh para innovator lainnya.

Dukungan yang sama juga datang dari Faransyah Jaya sebagai founder dari Wiranesia Foundation yang akrab disapa Coach Faran. Coach Faran yang telah membina ribuan UMKM di Indonesia mengharapkan unit lab berjalan ini dapat membantu pemerintah dalam percepatan penangan pandemi di Indonesia agar para pelaku UMKM dapat kembali melakukan usahanya secara normal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi global khususnya di Indonesia.

Agile Innovation Labs (AI Labs) adalah komunitas yang berdiri di pertengahan tahun 2019 berisi para professional yang bekerja di beragam sektor yang terkait dengan industri telekomunikasi dan memiiki kepedulian untuk membangun mindset, kompetensi dan keahlian generasi muda dan profesional untuk menyambut era Digital 4.0 menuju Indonesia yang lebih baik.

Sampai saat ini AI Labs telah menggelar lebih dari 25 pelatihan dan pendampingan proyek inovasi dari berbagai kalangan di berbagai kota di seluruh Indonesia. Lebih dari 2000 orang telah mendapatkan manfaat pengembangan kompetensi digital baru seperti design thinking, design sprint, agile management, Lego Serius Play, Lego Serius Scrum dan budaya inovasi untuk mendorong penyelesaian beragam problematika di organisasi dan beragam sektor kehidupan.[]