Bamsoet : Hadi Purnomo `Dicabik-cabik` Gara-gara Century

50

JAKARTA, WB – Penetapan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai tersangka dalam dugaan suap permohonan keberatan pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA) pada tahun 2004 serentak membuat kaget semua kalangan.

 

Termasuk salah satunya, adalah Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, ia menilai sebagai Ketua BPK, Hadi memang dikenal sebagai orang yang lembek, dalam mengaudit keuangan pejabat karena ia sendiri takut kasusnya terbongkar.

 

“Sebagai Ketua BPK, Hadi Poernomo dinilai lembek karena dia takut dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukannya semasa menjabat Dirjen Pajak dibongkar,” ujar politisi yang biasa disapa Bamsoet ini saat dikonfirmasi, Senin (21/4/2014).

 

Bambang mengungkapkan, saat Hadi menjabat sebagai Ketua BPK, banyak pihak yang kecewa karena persoalan audit kasus Bank Century sangat lamban. Hadi seperti tersandra karena selalu dimunculkan isu bahwa dia punya rumah dan sebidang tanah di Amerika Serikat, sehingga ia merasa takut untuk membongkar Century.

 

“Keputusan Hadi untuk menerima keberatan pajak BCA pun sudah digunjingkan ketika BPK sedang mengaudit kasus Bank Century. Jadi, saya tidak terkejut ketika Senin (21/4/2014) ini KPK menetapkan Hadi  Poernomo sebagai tersangka,” katanya.

 

Namun Bambang menjelaskan, saat Hadi pernah bersikeras melakukan audit Bank Century pada tahun 2013, dan mendapati kerugian negara yang jumlahnya sangat banyak. Ia Justru dianggap telah memojokan Bank Indonesia.

 

“Jadi, kesimpulannya adalah hasil audit BPK atas kasus Bank Century sudah mencabik-cabik pemerintah dan BI. Kini, giliran Hadi Poernomo yang dicabik-cabik. kita berharap Hadi Poernomo juga tidak boleh tinggal diam,” jelasnya. []