Banyak Pihak Nikmati Kasus e-KTP

71

JAKARTA, WB – Wakil Ketua KPK, Bambang Wijojanto mengatakan banyak pihak yang diuntungkan dari proyek paket penerapan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri Tahun Anggaran 2011-2012.

 

Menurut Bambang, keuntungan yang diperoleh itu, menyebabkan negara merugi dalam jumlah yang begitu besar yakni sekitar Rp 1,1 triliun. Jumlahnya itu tampaknya masih ada kemungkinan bertambah.

 

“Yang jelas ada kerugian dan kerugian itu menyebabkan keuntungan bagi pihak lain. Pihak lainnya siapa, saya enggak bisa sebut,”ujarnya di KPK, pada Rabu malam (23/4/2014).

 

Bambang menjelaskan, KPK tengah melakukan pengembangan penyelidikan untuk menyisir lagi siapa pihak-pihak yang ikut terlibat dalam kasus tersebut. Bambang tidak menampik adanya keterlibatan anggota DPR dalam kasus tersebut.

 

“Siapapun kan tadi, yang terlibat ya, dan bisa dibuktikan dengan unsur-unsur, itu bisa,” jelasnya.

 

Diketahui, kasus proyek e-KTP ini bermula dari ocehan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin. Ia telah menuding Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan adiknya menerima bayaran dari proyek pengadaan e-KTP.

 

Kemudian, menurut keterangan Nazar kasus ini juga dikendalikan oleh anggota DPR dari Fraksi Golkar, Setya Novanto dan mantan Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum

 

Bambang pun menilai, keterangan Nazar bisa menjadi bahan masukan untuk mengembangkan kasus ini lebih luas. “Dari penyidik itu biasa ditrace (ditelusuri) lebih lanjut, siapa-sapa saja yang akan dipanggil lebih lanjut, jadi jangan asumsi orang ini terlibat, orang ini tidak terlibat,” pungkasnya.

 

Dalam kasus ini,  KPK telah menetapkan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto sebagai tersangka. Selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Sugiharto diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara terkait pengadaan proyek tersebut. []