Bromo Terus Meletus, Bandara Abdul Rahman Saleh Ditutup

149

JAKARTA, WB – Perkembangan penanganan darurat bencana erupsi Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur pada Rabu (16/12) Pukul 16.00 WIB dalam level 3 atau dalam status siaga.

“Secara visual cuaca cerah-mendung, angin tenang, suhu 13-22`C, Gunung Bromo tampak jelas-kabut 0-III, asap kelabu – kecoklatan tebal tekanan sedang-kuat, tinggi asap sekitar 1250 meter di atas puncak atau 3579 mdpl ke timur laut-tenggara. Seismik : 16/12/2015 06.00-12.00 Tremor amax: 5-33mm dominan: 13mm,” papar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jakarta, Kamis (17/12).

Secara umum dampak kata Sutopo erupsi Gunung Bromo di wilayah Kabupaten Probolinggo, Pasuruan dan Malang masih pada situasi aman dan tetap pada status siaga darurat, adapun jika terdapat hujan abu masih dalam kategori tipis dan dapat diatasi secara mandiri oleh masyarakat.

Sutopo menambahkan di pos PGA terjadi hujan abu tipis. Giat tim telah dilakukan dengan mengkoordinasikan dengan Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan. Adapun upaya penanganan dampak erupsi Gunung Bromo di wilayah Kabupaten Pasuruan daerah terdampaknya di Kecamatan Tosari dan Tutur.

“Rambu dan jalur evakuasi telah dipasang bersama SKPD terkait. Bantuan logistik yang diterima dari BPBD Provinsi Jatim disebar 5.000 Masker 10 Paket Kesehatan. Posko lapangan yang telah dipersiapkan ada di Balai desa Wonokriti,” imbuh dia.

Diungkapkan Sutopo pada Selasa (15/12) dilaksanakan giat sosialisasi tentang erupsi Gunung Bromo oleh Kepala PPGA Bromo di Balaidesa Wonokriti.

Sementara dampak erupsi Gunung Bromo di Kabupaten Pasuruan masih aman, dan dapat diatasi oleh BPBD. Bantuan Masker dari Dinkes Kabupaten Pasuruan telah dibagikan kepada masyarakat yang terdampak langsung.

Masih terkait kondisi tersebut dampak erupsi Gunung Bromo di wilayah Kabupaten Malang Kecamatan Poncokusumo dan Jabung menjadi daerah terdampak.

“Bandara Abdul Rahman Saleh Malang sampai dengan hari ini masih ditutup. Masker telah disiapkan untuk masyarakat terdampak langsung di Kecamatan Poncokusumo sebanyak 8.000 buah,” tutup Sutopo. []