Busyro : Perempuan Pegang Peranan Cegah Korupsi

58

JAKARTA, WB – Komisi Pemberantasan Korupi (KPK) memandang peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, memiliki peran sentral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Untuk itu, agar peran perempuan lebih optimal, KPK meluncurkan gerakan “Saya, Perempuan Anti Korupsi” pada Selasa 22 April 2014 di Gedung KPK. Dalam kesempatan ini, diskusi juga dihadiri oleh Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, dan empat pembicara perempuan, perwakilan Ibu Indonesia, Mutia Hatta, Perwakilan Pimpinan Organisasi Perempuan, Yuyun; dan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Dian Kartika Sari.

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, menjelaskan upaya pencegahan korupsi bisa dilakukan oleh semua kekuatan bangsa. Salah satunya adalah peran perempuan Indonesia, baik peranannya sebagai ibu maupun sebagai istri atau perananya dalam organisasi wanita.

“Kami lakukan kajian, kesimpulannya perempuan punya peran signifikan dalam perubahan korupsi. Karena mereka punya keotentikan,” kata Busyro.

Busyro menyadari, peran perempuan dalam pemberantasan korupsi memang belum terlihat maksimal, karena masih banyak mereka yang terjun dalam wilayah politik.

“Secara general banyak yang masih menjaga otentisitas. Masalahnya ketika ibu masuk ke wilayah politik, luntur nilainya,” sebutnya.

Untuk itu, Busyro memandang moment peringatan Ibu Kartini ini penting untuk mengingatkan, dan mengajak kaum perempuan agar tetap aktif dan menjadi pelopor utama dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Ini untuk melihat perempuan bisa pertahankan diri. Toh ketika mereka masih melihat dan mengontrol pasti terjada. Karena seorang istri pejabat akan ikut tercemar kalau pejabatnya korupsi,” jelasnya. []