Buyung : Kasus Anas `Digantung` Terus

115

JAKARTA, WB – Adnan Buyung Nasution, kuasa hukum Anas Urbaningrum mengaku tidak tahu mengenai perusahan tambang batu bara di Kalimantan yang disebut-sebut adalah hasil dari Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan kliennya.

Buyung melihat isu hukum yang dilemparkan kepada Anas banyak yang didasari tanpa adanya alat bukti yang cukup. Menurutnya, porsi yang diberikan lebih kepada pertarungan politik bukan pertarungan hukum

“Ini tarafnya masih pertarungan politik. Saya lihat begitu, perkara hukumnya masih stagnan, ya kan. Yang terjadi di koran selalu statment lawan statment. Jadi ini akibat dari pada perkara yang pada dasarnya perkara politik, motivasinya politik,” ujar Buyung di KPK, Senin (21/4/2014).

Pada konteks kasus Anas di Hambalang, Buyung menilai hanya ada kasus hukum yang baru bisa dituduhkan oleh KPK yakni pemberian Mobil Toyota Harrier, meski pada kenyataanya susah untuk dibuktikan. Misalnya saja Buyung mempertanyakan kenapa diantara deretan mobil mewah yang disita KPK. Mobil Harrier Anas tidak ikut disita KPK.

“Dan inilah saya sebut dari semula, saya sesalkan KPK terlalu dini, telalu pagi penangkap sodara Anas, padahal belum ada apa-apa,” katanya.

Mestinya Buyung mengatakan, jika dituding terima Harrier, KPK harus menyita mobil milik Anas, tapi kenyataanya tidak. “Nah itu kenapa bisa begiti,” tanyanya. Sampai-sampai ia menyesalkan karena penyidik selalu mengulur-mengulur kasus hukum Anas.

“Ya ini harus dipertanyakan Anas digantung terus perkaranya,” katanya.[]