Cak Imin Jadi Cawapres, Pendukung Rhoma Galau

74

JAKARTA, WB –  Berkat perolehan suara yang cukup signifikan pada pileg 2014, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), memang tak ubahnya seperti sang primadona yang menjadi rebutan. Alhasil, partai yang digawangi oleh Muhaimin Iskandar itu ( Cak Imin), kerap menjadi sasaran target komunikasi politik dari partai-partai lainnya, untuk berkoaisi.

Namun sayangnya PKB saat ini justru kebingungan siapa tokoh yang akan dimajukan. Sebab perolehan suara yang hanya dibawah 10 persen, paling banter hanya menyasar posisi sebagai cawapres. Padahal PKB sendiri memiliki tiga punggawa capres seperti, Jusuf Kalla, Rhoma Irama dan Mahfud MD.

“Peluang untuk posisi capres memang ada, tapi tidak sebesar untuk cawapres, karena suaranya sendiri tidak sampai 10 persen,” ujar koordinator Rhoma Irama For Presiden (RIFORRI) Debby Rhoma, dalam jumpa wartawannya, di bilangan Dewi Sartika, Sanin (21/4/2014).

Debby yang juga putri Rhoma itu menambahkan, sejauh ini pihak RIFORRI masih menunggu kejelasan sikap dari PKB terkait siapakah yang akan dimajukan sebagai capres, ataupun untuk posisi cawapres. Disisi lain, berita yang merebak bahwa sang ketua umum, Cak Iminlah yang ternyata sosok yang lebih favorit sebagai cawapres untuk dipinang oleh partai lain.

Akibat pemberitaan itupun dikabarkan hubungan kedua tokoh ini merenggang, dan Rhoma dikabarkan keluar dari PKB. “Ada kerenggangan antara Rhoma dan Muhaimin itu tidak benar. Itu hanya issu saja. Keluar dari PKB juga tidak benar,” ujarnya.

Debby menambahkan, maraknya pemberitaan yang menyebutkan kalau Rhoma keluar dari PKB, telah membuat galau pendukung Rhoma. Oleh karena itu Riforri ingin meluruskan berbagai pemberitaan miring tersebut, sekaligus  menyikapi situasi politik yang ada sekarang ini.

“Galau dengan berita yang berkembang  terkait berita politik. Jika memang nanti cak imin yang maju, itu harus ada penjelasannya. Rhoma tidak jadi maju karena apa, jadi harus ada pernyataan sendiri,” ujar Debby.

Disisi lain, Debby menampik kalau Rhoma saat ini telah menyebrang kepartai islam lainnya. Menurut dia, Rhoma hanya menjalin komunikasi politik dengan partai-partai islam, dan tidak lebih. “Rhoma hanya menjalin komunikasi politik saja. Jadi tidak betul Rhoma keluar dari PKB,” pungkas Debby. []