Di Ujung Tanduk, PPP `Lirik` Gerindra

148

JAKARTA, WB – Sikap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dikabarkan tengah merapat ke Partai Gerinda ditanggapi secara beragam oleh pengamat politik. Salah satunya pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk.

Menurut Hamdi, dengan datangnya Ketua Umum PPP Suryadhrama Ali (SDA) dalam acara kampanye terbuka Partai Gerinda di Senayan, menandakan jika PPP ingin mencari nama, mengingat perolehan suara PPP diujung tanduk, sehingga dibutuhkan stimulus agar lolos parliamentary treshold.

“Sekarang kita lihat politik atau garis partainya bagaimana how to survive. Misinya dapat suara di atas 3,5 persen bisa atau tidak. Selamat saja syukur, supaya enggak ditendang,” ujarnya di Jakarta, Senin (24/3/2014).

Sementara itu, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti juga mengatakan, sikap PPP ini menandakan ketidak jelasan langkah politik di internal partai.

Pasalnya ada sebagai pengurus yang lain, justru malah mempertanyakan sikap Ketua Umum yang dianggap `blank`, karena langkah yang diambil SDA tidak melalui jalur konsolidasi di internal partai. Ia seperti main sendiri.

“Begitu SDA (Suryadharma) hadir dalam kampanye Gerindra di GBK, Wakil Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa langsung menyatakan pernyataan yang berbeda. Kalau ini dilakukan oleh pimpinan partai, tanpa ada rembukan, akan jadi political blunder,” ujar Ikar, kepada Wartawan, di Jakarta, Senin (24/3/2014).

Tidak hanya itu, Ikrar juga menyebut jika SDA juga dikabarkan tengah merapat ke partai-partai lain seperti PDI-P. Hal tersebut juga dianggap untuk mendongkrak suara partai. Namun jika tidak diantisipasi sikap SDA juga akan merugikan dirinya dan juga PPP secara keseluruhan.

Menurut Ikrar, SDA saat ini memang terkenal individualis. Terlebih partai Islam ini dinilai tidak mempunyai mekanisme yang sistematis  dalam mengambil sebuah kebijakan sehingga arah kebijakanya tidak jelas.

“Di satu sisi, SDA akan dikatakan sebagai seorang pemimpin yang individualis, tapi PPP juga dianggap tidak punya mekanisme dalam pengambilan keputusan yang sangat strategis pimpinan partai dalam koalisi,” terangnya.

Diketahui, secara tiba-tiba Suryadharma Ali ikut  hadir dalam kampanye terbuka Partai Gerindra di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (23/3/2014). Dengan mengunakan baju partai berwana hijau, SDA juga ikut berorasi dan mendukung pencalonan Prabowo sebagai Presiden.

Dalam kesempatan tersebut SDA juga  ditemani pengurus elite PPP, seperti Djan Faridz dan KH Nur. Kedatangan mereka serentak disambut dengan hangat oleh Parbowo dan ribuan kader dan simpatisan Partai Gerinda.

Padahal sebelumnya Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuzy mengatakan PPP kemungkinan besar akan berkoalisi ke PDI-P dan sepakat mengusung Joko Widodo sebagai capres. PPP bahkan sudah menyiapkan tiga nama untuk bersama Jokowi maju dalam pilpres. Hal ini jelas bertolak belakang dengan sikap SDA. []