DPR Sesalkan Pernyataan Hendropriyono

50

JAKARTA, WB- Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin menilai apa yang disampaikan Jenderal TNI ( purn ) Hendropriyono terkait dengan penyadapan Australia terhadap Indonesia tidaklah tepat.

“Memang benar dalam dunia intelejen penyadapan itu hal biasa tapi tetap merupakan kegiatan Ilegal dan tetap dilarang menurut aturan Internasional sekalipun, ” ujarnya dalam pesan eletronik yang diterima Wartabuana Kamis (21/11/2013).

Menurut Sekretaris Militer 3 Presiden ini, semua aparat intelejen dimanapun tahu jika kegiatannya terbongkar atau ketahuan pasti akan beresiko hukum maupun beresiko politik . Untuk itulah para aparat intelejen sebelum terjun dalam profesinya selalu disumpah terlebih dahulu agar mereka tetap menjaga kerahasiaan kegiatannya sampai kapanpun , tradisi itu mereka pegang selamanya sampai mereka pensiun sekalipun .

“Dan ketika Australia terbukti menyadap , Indonesia sudah sewajarnya kita protes , karena menyangkut harga diri dan kedaulatan kita semua , rakyat Indonesia sepakat sebagai bangsa yang berdaulat kita tak boleh dipermalukan dengan cara seperti ini , apalagi pelakunya adalah negara tetangga yang mengaku sebagai negara “sahabat”,” tambahnya.

“Justru sikap lebih keras lagi harus ditunjukan oleh Presiden SBY , bahwa Indonesia masih punya marwah dan kedaulatan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dari pemaparan politisi PDI Perjuangan ini, dalam diskusi Metro TV hari ini, Hendropriyono mengatakan  bahwa, “Kita tak perlu hiruk pikuk dan rame-rame meminta Australia untuk meminta maaf , karena penyadapan dalam intelejen itu adalah hal yang biasa “. Pernyataan inilah yang mendorong Anggota DPR asal daerah pemilihan Majalengka, Subang dan Sumedang ini angkat bicara.[ ]