Elektabilitas Tokoh Islam Meragukan

47

JAKARTA, WB – Pemerhati politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai, kalau koalisi yang akan dibentuk ormas Islam beberapa waktu lalu itu, cukup potensial untuk memberikan eksperimen politik kepada publik. Pasalnya koalisi partai-partai Islam jika digabungkan maka akan menjadi suara signifikan.

“Partai-partai itu kalau dikumpul, itu suaranya bisa diatas 32 persen. Itukan sudah bisa diatas presidential treshold (PT),” ujar Karyono, saat dijumpai di Gallery Caffe, Selasa (22/4/2014).

Walau akan menghasilkan suara yang signifikan, kata Karyono, namun koalisi partai-partai Islam itu sepertinya akan menemui beberapa kendala disaat proses penggabungannya. Beberapa kendala itu, kata Karyono adalah, tidak mudahnya menyatukan blok-blok koalisi partai-partai Islam yang tentunya memiliki mazhab yang berbeda-beda.

“Mazhab parpol Islam itu sendiri tentu menjadi permasalahan. Dan masalah yang kedua adalah tentu kepentingan parpolnya masih menonjol, dibandingkan dengan menyatukan visi dan persepsinya,” kata Karyono.

Permasalahan lainnya yang mungkin akan timbul adalah, tidak adanya tokoh-tokoh dari kalangan Islam saat ini yang elektabilitasnnya cukup mumpuni untuk menyangi elektabilitas Jokowi maupun Prabowo.

“Kalau saya liat saat ini belum ada tokoh Islam yang mumpuni dari sisi elektabilitas. Din Syamsuddin dan Amin Rais juga saya rasa belum mampu pungkasnya,” pungkasnya. []