Erdogan Sebut Israel Negara Teroris

159

 

LONDON, WB – Aksi reperesif tentara Israel terhadap warga sipil Palestina yang berdemonstrasi di perbatasan Jalur Gaza pada Senin (14/5/2018) mendapat kecaman keras Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Sedikitnya 58 orang dilaporkan telah tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat diserang pasukan keamanan Israel.

 

“Israel adalah negara teroris. Kami akan terus berdiri dengan orang-orang Palestina dengan tekad,” kata Erdogan di sela-sela kunjungannya di London, Inggris, Selasa (15/5/2018).

 

Ribuan warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza melakukan demonstrasi dalam rangka menentang pembukaan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Yerusalem. Dalam aksi ini, massa pun menyuarakan tentang pengembalian hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke desanya yang direbut dan diduduki Israel pasca-Perang Arab-Israel tahun 1948.

 

Erdogan menegaskan mendukung aksi warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza. “Kami tidak akan membiarkan hari ini menjadi hari Muslim dunia kehilangan Yerusalem. Saya mengutuk tragedi kemanusiaan ini, genosida ini, baik yang dilakukan Israel ataupun AS,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, Bulan Sabit Merah Turki akan diutus ke Jalur Gaza. Mereka akan diperbantukan di beberapa fasilitas medis dan rumah sakit yang berada di sana.

 

Erdogan telah menjalin komunikasi via telepon dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Keduanya saling bertukar pandangan tentang pemindahan dan pembukaan Kedubes AS di Yerusalem serta serangan brutal pasukan Israel terhadap warga Palestina.

 

Aksi protes dan menentang pendudukan Israel telah dilakukan ribuan warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza sejak akhir Maret lalu. Namun, aksi tersebut direspons secara brutal oleh Israel. Mereka tak segan menembaki para demonstran agar tak mendekati pagar perbatasan.[]