Giwo Rubianto : Hasil Rapid Test Harus Ditindaklanjuti Dengan Transparan

13
Giwo Rubianto, Ketua Umum Kowani /ist

WARTABUANA –  Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) kembali menggelar Rapid Test Covid-19 di kantor pusat KOWANI pada Jumat (12/6/2020). Kali ini pesertanya adalah  sekitar 50 orang panitia rapid test yang sukses digelar pada 28-30 Mei 2020 lalu.

Hasil rapid test yang dilakukan selama 3 hari dan diikuti lebih dari 1.000 peserta dari anggota KOWANI dan masyarakat luas, terdapat 25 orang reaktif positif. Dari 25 orang itu ternyata ada yang proses pemeriksaannya terhenti.

Fakta itub terungkap dari salah satu dari 25 orang yang reaktif positif yang kembali melakukan rapid test hari itu dengan hasil yang sama, reaktif positif. Temuan itu akan menjadi bawah evaluasi dan laporan yang akan disampaikan KOWANI kepada Kementerian Kesehatan.

Giwo Rubianto selaku Ketua Umum KOWANI  menekankan  perlunya kejujuran dan transpransi dari penyelenggara maupun peserta rapid test. “Apapun hasilnya harus disampaikan pada masyarakat. Percuma kita giat melawan penyebaran Covid-19 s kalau tidak ada transparansi,” ujar Giwo di kantor pusat  KOWANI pada  Jumat (12/6/2020).

Kejujuran dan transparansi yang dimaksud Giwo adalah terkait hasil tindak lanjut penanganan orang yang dinyatakan reaktif pasca Rapid Test Kowani yang kemudian dirujuk untuk melakukan swab test. “Ini jadi masukan dan akan menjadi catatan penting. Ini yang akan disampaikan pula pada Kemenkes,” tandas Giwo.

Giwo Rubianro dan drg Rini Ramadhani /ist

Menurut mantan Ketua KPAI ini, petugas medis  harus teliti, responsif, memantau, mendampingi pasien dan tak saling lempar tanggungjawab. “Pasien yang dinyatakan reaktif pun dimintanya juga harus aktif, responsif dan bukan malah takut,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama drg Rini Ramadhani selaku tenaga medis penanggungjawab kegiatan Rapid Test KOWANI, kebanyakan yang hasil Rapid Test-nya reaktif Orang Tanpa Gejala (OTG). “Mereka datang tanpa keluhan, ingin memeriksakan,” jelas Rini.

Terkait fase “new nprmal”, Giwo menegaskan, masyarakat harus mau membiasakan diri dengan aturan dan  kebiasaan baru yang diberlakukan. “Harus mau ikuti protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, itu kan kebiasan baru,” ucap Giwo. []