Gunung Bromo Terus Meletus

144

JAKARTA, WB – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Bromo di Jawa Timur masih tetap tinggi. Letusan juga masih terus berlangsung.

“Berdasarkan Pos Pengamatan Gunung Bromo PVMBG pada 15 Desember 2015 pukul 00.00-06.00 WIB, cuaca terang, angin tenang, Gunung Bromo tampak jelas, tampak abu vulkanik kelabu-kecokelatan sedang – tebal, tekanan sedang hingga kuat. Tinggi abu vulkanik sekitar 1.500 m di atas puncak kawah (3.829 m dpl) tertiup angin ke Barat – Barat laut. Seismik amplitudo maksimum terekam 4-28 mm dengan dominan 8 mm. Terdengar suara gemuruh lemah dari kawah. Status masih tetap Siaga (level III),” kata Sutopo melalui keterangannya yang diterima Wartabuana.com, Jakarta, Selasa (15/12).

Menurut Sutopo Bandara Abdulrachman Saleh di Malang sudah dibuka sejak Senin (14/12) pukul 07.30 hingga sekarang. Aktivitas penerbangan telah normal.

“Sifat letusan Gunung Bromo adalah strombolian yang memiliki ciri seringnya terjadi letusan-letusan kecil yang tidak begitu kuat, namun terus- menerus, dan material yang dimuntahkan berupa material padat, gas, dan batu. Eksplosivitasnya rendah. Potensi bahaya letusan Gunung Bromo adalah terjadinya erupsi preatik dan magmatik yang tiba-tiba, dengan sebaran material vulkaniknya berupa hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) mulai sekitar kawah hingga radius 2,5 km dari pusat erupsi,” imbuh Sutopo.

Oleh karena itu masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan wisatawan dilarang memasuki kawasan dalam radius 2,5 km dari kawah aktif Gunung Bromo.

“Masyarakat di sekitar Gunung Bromo diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Bromo, dan tetap menjaga kewaspadaan terhadap kejadian erupsi yang menerus dan lebih besar,” harap Sutopo.

Meskipun vulkanik Gunung Bromo terus meletus, wisatawan diperbolehkan berkunjung menikmati keindahan alam Gunung Bromo. Daerah di Kabupaten Probolinggo dan Lumajang tidak terdampak langsung karena arah angin dominan ke Barat sehingga hujan abu vulkanik dan pasir hanya di sebagian Kabupaten Malang dan Pasuruan.

“PVMBG, BNPB, BPBD dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru selalu berkoordinasi menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tutup Sutopo. []