Habib Rizieq Buka Peluang Rekonsiliasi, Ini Syaratnya…

14

WARTABUANA – Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia menggunakan pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV816.  Habib Rizieq yang tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada hari ini sekitar pukul 09.00 WIB disambut ratusan ribu jamaah dan simpatisannya yang menunggu sejak subuh.

Menyikapi kepulangan itu, Wakil Ketua MPR Ri Zulkifli Hasan menyerukan adanya rekonsiliasi antara pemerintah dengan Habib Rizieq Syihab. Menurutnya peristiwa ini bisa jadi momentum semua pihak bersatu.

“Jadi saya kira momentum ajang rekonsiliasi, oleh karena itu hentikan saling menghujat, menyakiti sesama saudara,” kata Zulkifli saat menghadiri Maulid Nabi di Ponpes Al Mubarok, Serang, Selasa (10/11/2020).

Ketua Umum PAN ini juga mengaku bersedia menjembatani antara berbagai pihak jika diperlukan. Termasuk mediasi misalnya antara pemerintah, Habib Rizieq atau dengan pihak siapapun. “Saatnya rekonsiliasi, saya Zulkifli Hasan bersedia menjadi mediasi kalau diperlukan. Dengan pemerintah atau dengan Habib Rizieq dengan siapapun. Saya dekat dengan Habib Rizieq dekat, dengan presiden dekat. Jadi kalau diperlukan untuk mediasi atau apapun namanya, dengan senang hati,” ujarnya.

Habib Rizieq menjelaskan, pihaknya bukanlah musuh pemerintah dan musuh negara, namun musuh kezaliman dan kecurangan. Rekonsiliasi bisa terjadi bila kezaliman yang dilarang FPI tidak dilakukan pemerintah.

Di hadapan sejumlah koleganya, dia  sampaikan adanya peluang rekonsiliasi dengan pemerintah, namun dengan beberapa syarat. “Kalau ada mengatakan, Habib Rizieq, bisakah ke depan ini kita melakukan rekonsiliasi? Saya katakan sekali lagi, rekonsiliasi hanya bisa berdiri atas dasar niat dan tekad yang baik,” kata Habib Rizieq sebagaimana disiarkan oleh kanal YouTube FrontTV, Selasa (10/11/2020).

Habib Rizieq menjelaskan, pihaknya bukanlah musuh pemerintah dan musuh negara, namun musuh kezaliman dan kecurangan. Rekonsiliasi bisa terjadi bila kezaliman yang dilarang FPI tidak dilakukan pemerintah.

“Tapi kalau rekonsiliasi berdiri atas dasar kecurangan kezaliman, kejahatan, tidak mungkin. Tidak ada rekonsiliasi,” ujarnya.

Habib Rizieq akan mengapresiasi perlakuan baik pemerintah, namun dia akan mengkritik perlakuan buruk pemerintah. Menurutnya, ini adalah sikap objektif.

“Selama pemerintah baik, kita akan apresiasi. Kita akan terima kasih. Tapi kalau mereka membuat aturan-aturan yang merugikan rakyat, yang merusak agama, yang menghancurkan akhlak, wajib untuk kita lawan,” kata Habib Rizieq.[]