Hadi Poernomo Dicegah ke Luar Negeri

40

JAKARTA, WB – Usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Direktorat Jendral Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM, langsung mengeluarkan surat cegah kepada mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo untuk tidak berpergian ke luar negeri selama enam bulan kedepan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Humas Ditjen Imigrasi Heryanto kepada Wartawan, di Jakarta, Selasa (22/4/2014). “Direktorat Imigrasi sudah melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap Hadi Poernomo,” katanya.

Pencegahan itu terhitung dari mulai tanggal 21 April sampai enam bulan kedepan. “Berlaku sampai enam bulan ke depan,” jelasnya.

Hadi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada, Senin (21/4/2014) dalam kapasitasnya sebagai Kepala Dirjen Pajak pada tahun 2002-2004.

Pria asal Pamekasan, Madura ini diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait permohonan keberatan Bank Central Asia (BCA) selaku wajib pajak pada 1999. Dia disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Ketika itu BCA mengajukan keberatan pajak atas non performance loan yang nilainya Rp 5,7 triliun. Hadi diduga menyalahi prosedur dengan menerima surat permohonan keberatan pajak BCA tersebut. 

 

Tersangka diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 375 miliar dari pajak yang tidak dibayarkan BCA. Apakah terdapat penerimaan dana oleh Hadi Purnomo, Ketua KPK menyatakan masih didalami. []