Hadi Purnomo Rugikan Negara Hingga Rp370 Miliar

61

JAKARTA, WB – Kasus korupsi yang dilakukan oleh mantan Dirjen Pajak dan mantan Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Hadi Purnomo terkait dugaan suap permohonan keberatan pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA) pada tahun 2004 telah menelan kerugian negara yang begitu besar.

“Mengenai penerimaan oleh HP itu kita masih dalami, kerugian sementara Rp 370 milar,” ujar Wakil Ketua KPK, Bambang Wijdojanto, Senin (21/4/2014).

Hadi ditetapkan sebagai tersangka saat menjabat sebagai Dirjen Pajak pada tahun 2002-2004. Bambang menjelaskan keluarnya Surat Perintah Penyidikan (Seprindik) kepada tersangka sudah melalui proses panjang dengan melakukan penyelidikan dengan sangat teliti.

“Proses ini diselidiki dengan teliti, memeriksa hampir 5 ahli dari berbagai disiplin ilmu disamping saksi-saksi lain,” terangnya.

Hadi ditetapkan menjadi tersangka karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait permohonan keberatan Bank Central Asia (BCA) selaku wajib pajak pada 1999. Dia disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Ketika itu BCA mengajukan keberatan pajak atas non performance loan yang nilainya Rp 5,7 triliun. Hadi diduga menyalahi prosedur dengan menerima surat permohonan keberatan pajak BCA tersebut. Ia diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 375 miliar dari pajak yang tidak dibayarkan BCA. Apakah terdapat penerimaan dana oleh Hadi Purnomo, Ketua KPK menyatakan masih didalami. [ ]