Hasil Survei Poltracking, Jokowi Masih Unggul dari Prabowo

97

JAKARTA, WB – Menurut hasil survei Poltracking, kesempatan Joko Widodo untuk mempertahankan jabatannya sebagai Presiden RI di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang dinilai masih cukup tinggi.

Menurut hasil survei Poltracking, hasil tersebut ditandai dengan tingkat keterpilihan atau elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) yang masih tinggi.

Poltracking menggelar survei tersebut pada 8 – 15 November lalu di 34 provinsi melalui metode stratified random sampling. Survei dilakukan terhadap 2.400 responden dengan margin or errornya mencapai plus-minus 20 persen.

Melalui pertanyaan terbuka, 41,5 persen responden menyebut nama Joko Widodo. Di belakangnya, dengan 18,2 persen nama yang disebut adalah Prabowo Subianto.

Nama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berada di urutan ketiga dengan elektabilitas 0,9 persen, lalu diikuti oleh Penglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan 0,8 persen dan mantan Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudoyono (AHY) dengan angka yang sama dengan Gatot Nurmantyo. Setelahnya ada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan 0,5 persen.

Melalui survei semi terbuka dengan 30 nama kandidat yang disodorkan ke responden, nama Joko Widodo atau Jokowi masih berada di urutan teratas dengan 47,9 persen, diikuti oleh Prabowo Subianto dengan 2,2 persen.

Di posisi ketiga terdapat Gatot Nurmantyo dengan 2,1 persen, Anies Baswedan 1,6 persen dan Ahok 1,3 persen.

Pada Survei terbuka 20 nama, Jokowi berada di urutan teratas dengan 48,6 persen dan Prabowo hanya 25,1 persen. Pada survei lima nama, Jokowi berada di urutan paling atas dengan 51,8 persen dan Prabowo hanya 27,0 persen.

Pada simulasi dua nama alias head to head Jokowi dan Prabowo, mantan Wali Kota Solo itu mendapat 53,2 persen dan Prabowo mendapat 33,0 persen. Sisanya 13,8 persen mengaku tidak tahu dan tidak menjawab.

Sementara terkait kepuasan kinerja pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, sebanyak 57,1 persen responden mengaku puas, 10,8 persen responden mengaku sangat puas.

Pada survei tersebut 19,7 persen mengaku tidak puas dan 2,6 persen mengaku sangat tidak puas. Sementara sisanya 9,8 persen mengaku tidak tahu dan tidak menjawab.[]