Inilah Kesepakatan PPP dan Kubu Jokowi

127

JAKARTA, WB – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) loncat dari Koalisi Merah Putih  ke koalisi pendukung Prabowo dalam proses pemilihan pimpinan MPR.

 

Hal itu dibenarkan Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali bahwa partainya memutuskan untuk bergabung dengan kubu Jokowi dalam memilih pimpinan MPR.

 

“Hasil rapat kami, kami fix ke KIH. Tetap di KMP, tetapi untuk pemilihan MPR RI berada di KIH,” kata Suryadharma Ali di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa.

 

Dukungan PPP itu diperkuat dengan penandatanganan di ruang Fraksi PPP, lantai 15 Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/10/2014). Berikut isi surat perjanjian tersebut:

 

Perjanjian Kerjasama Politik untuk Saling Mendukung

Sehubungan dengan pemilihan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia maka pada hari ini, Selasa 7 Oktober 2014, kami yang bertanda tangan di bawah ini untuk selanjutnya disebut para pihak:

 

A. Nama Irgan Chairul Mahfiz dan Zainut Tauhid Sa`aadi selaku unsur Pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan bertindak untuk dan atas nama Partai Persatuan Pembangunan untuk selanjutnya disebut sebagai pihak pertama.

 

B. Bambang Sadono dan M Asri Anas selaku unsur pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bertindak atas nama DPD.

 

Nama Ahmad Basarah dan TB Hasanudin selaku unsur pimpinan Pimpinan Fraksi PDIP bertindak atas nama PDIP.

 

Bachtiar Aly dan Ahmad Fadholi selaku unsur pimpinan Fraksi Partai Nasdem bertindak atas nama Partai Nasdem.

 

Nama M Lukman Edy dan Abdul Kadir Karding selaku unsur pimpinan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa bertindak atas nama PKB.

 

Nama Syarifuddin Suding dan Hj Dewie Yasin Limpo selaku unsur pimpinan Fraksi Partai Hanura bertindak atas nama Partai Hanura.

 

Untuk selanjutnya disebut pihak kedua.

 

1. Bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara bersama-sama akan memposisikan diri dalam kerjasama dan kesepakatan politik bersama untuk saling mendukung dan tidak saling mengingkari dalam penetapan pemilihan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2014-2019.

 

2. Bahwa Pihak Pertama dengan ini menyatakan tidak akan mendukung Partai atau Fraksi lain selain dari Partai dan atau Fraksi PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan Kelompok DPD dalam pemilihan Pimpinan MPR periode 2014-2019, hari Selasa 7 oktober 2014.

 

3. Bahwa Pihak Pertama menyatakan setuju untuk mendukung setiap hal dan atau nama yang diusulkan oleh Pihak Kedua dalam pemilihan Pimpinan MPR Periode 2014-2019, hari Selasa 7 oktober 2014.

 

4. Bahwa Pihak kedua setuju untuk mendukung setiap hal dan atau nama yang diusulkan oleh Pihak pertama untuk ditetapkan sebagai pimpinan dan atau wakil pimpinan MPR RI Periode 2014-2019 dalam Pemilihan Pimpinan MPR Periode 2014-2019, Selasa 7 Oktober 2014.

 

5. Bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua akan membubuhkan tanda tangan sebagai tanda dan bukti disetujuinya Perjanjian Kerjasama ini.

 

Demikian Perjanjian ini dibuat di Jakarta pada Hari Selasa 7 Oktober 2014. []