Inilah Rakor Pariwisata Zaman Now!

64

 

BALI, WB – Rapat Koordinasi Pariwisata I tahun 2018 yang bertema “Digital Destination and Nomadic Tourism”di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), 22-23 Maret 2018 mendapat apresiasi Menteri Parisiwsata Arief Yahya.

 

Subjeknya, anak-anak muda millenials Generasi Pesona Indonesia (GenPI) yang selama setahun ini selalu membuat trending topic di media sosial, memviralkan destinasi wisata, mempromosikan calendar of events dan kebijakan pariwisata.

 

“Mereka adalah aktifis media sosial di berbagai platform, dan sekaligus bergerak secara offline mengembangkan #DestinasiDigital berupa Pasar Zaman Now, atau pasar-pasar Genpi. Saya ingin tahun 2018 ini ada 100 Destinasi Digital di 34 provinsi di tanah air,” ujar Arief Yahya.

 

Karena menghadirkan komunitas anak muda, dan bergerak di pariwisata maka performance Rakornas kali ini pun dikemas dengan cara yang beda. Sama dengan deferensiasi Destinasi Digital, yakni harus Instagramable. Instagrnic, fotogenic, digitalable.

 

Ada banyak keunikan di lokasi Rakornas I/2018 itu. Pertama, dresscode peserta Rakornas, busana wisata! Boleh pakai celana pendek, baju hawaii, sepatu kets, topi pantai untuk tema wisata bahari. Boleh juga baju advanture, celana gunung, sepatu boots.

 

Boleh pula baju sporty, bagi yang suka sport tourism dan sport event. Baju casual, celana jins, dengan segala atribut khasnya.

 

Kedua, atmosfer ruangan Rakornas juga dibuat unik, serba instagenic. Ada 1001 spot foto dengan backgroun yang beraneka ragam. Ada 1001 kata-kata unik yang akan dibagikan ke peserta sebagai gimmick.

 

Ketiga, destinasi digital yang sudah eksis, juga ditampilkan di arena Rakornas. Agar menginspirasi peserta Rakornas yang berasal dari perwakilan 34 provinsi di tanah air. Ada #PasarKaretan #PasarPancingan #PasarKakiLangit #PasarTahura #PasarBabaBoentjit, #PasarSitiNurbaya #PasarMangrove #PasarSemarangan #Pasarkaulinan Menes.

 

Keempat, posisi tempat duduknya juga zaman now banget. Tidak model baris dari depan ke belakang yang biasa. Juga tidak model “U” atau “V” atau “L”, tetapi mirip lajur-lajur memanjang kalau makan nasi bancakan. Tujuannya, jika difoto dari atas akan kelihatan seru dan zaman now banget.

 

Kelima, akan ada banyak paparazi, fotografer, videografer yang bertebaran banyak mata kamera. Jadi, hati-hati dengan penampilan di Rakornas Pariwisata kali ini. Harus keren, harus seru, dan instagenic.[]