Kapolri Diminta Usut Kebenaran Suap Mobil Mewah

78

JAKARTA, WB – Kapolri Jenderal Pol Sutarman didesak segera mengusut kebenaran kabar penyuapan terhadap Wairwasum (wakil inspektorat pengawasan umum ) Polri Itjen Andayono yang menerima sebuah mobil mewah dari Dirlantas Polda Metro Nurhadi terkait kasus suap di Ditlantas.

 

Ketua Forom Indonesia untuk Transparasi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi, menegaskan, jangan sampai Polri kembali dipermalukan oleh KPK menindak institusinya. “Kenapa polisi masih suka menyelesaikan masalah dengan jalan yang tak mendidik,” tandasnya. Uchok mendesak Kapolri menindak lanjuti kasus temuan Bareskrim dan Paminal Mabes Polri.

 

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dwi Priyatno yang dikonfirmasi lewat SMS membantah kabar miring tersebut. “Kabar itu itu tidak benar” jawab Kapolda. Sementara Wairwasum Andayono yang dikonfirmasi lewat HP nya bernomor 081177xxxxxx dan 081566xxxxx tak memberikan jawaban.

 

Sebelumnya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Polri tidak menutup-nutupi dugaan suap kepada Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Meski belum terbukti, dugaan tersebut bisa merusak reputasi Polri.

 

“Reputasi yang baik itu harus terus dijaga. Polri tidak boleh melindungi apalagi sifatnya menutup-nutupi. Itu tidak baik,” kata Komisioner Kompolnas, M Naseer, Kamis (24/4/2014).

 

Anggota Kompolnas, Edi Hasibuan, berharap ada terobosan untuk mereformasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. “Harus ada perubahan di semua lini agar semuanya bisa tertib. Semua pemasukan yang ilegal selama ini, diatur dalam PNBP penerimaan negara bukan pajak agar semuanya tertib,” ujar Edi.

 

Sebelumnya diberitakan, Tim Pengamanan Internal (Paminal) Propam Mabes Polri menangkap oknum pengusaha biro jasa berinisial S di kantor Ditlantas Polda Metro Jaya.

 

Tujuh personel Paminal menyita uang Rp350 juta dari tangan dua Polwan Brigadir I dan Brigadir L yang diketahui merupakan anak buah Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes R.Nurhadi Yuwono.

 

Kombes Pol Nurhadi tegas membantah isu suap tersebut. Dia mengaku menjadi korban fitnah dari oknum pengusaha biro jasa tersebut. Belakangan muncul kabar, Nurhadi mencoba `menghadang` agar kasus itu tidak lanjut di persidangan dengan menyuap atasannya menggunakan mobil mewah jenis Land Crusier hitam senilai Rp 2,5 milyar. []