Kapolri Tak Ingin Polwan Pakai Jilbab Warna-Warni

113

JAKARTA, WEBE- Penundaan penggunaan jilbab bagi Polisi Wanita (Polwan) oleh Polri di berbagai daerah, menurut Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Sutarman persoalan Polisi Berjilbab hanya meyangkut penyeragaman.

Artinya Sutarman menjelaskan, hal itu berkaitan dengan warna yang belum bisa tentukan mengunakan jilbab warna apa, karena hal itu menyakut keserasian dan kekompakan untuk menyeragamkan pakaian Korps Bhayangkara. Ia tak ingin polwan memakai jilbab warna-warni.

“Warna-warni ini menjadi persoalan. Tetapi, soal memakainya saya mendapat apresiasi yang luar biasa dari berbagai pihak. Artinya nggak ada masalah sebetulnya. Ini masalahnya tinggal menyeragamkan saja,” ujar Sutarman, Senin (2/12/2013).

Sutarman juga sangat mengapresiasi nait baik para Polisi Wanita untuk mengunakan jilbab. Selain dianjurkan oleh Agama hal itu juga bagian dari Hak Asasi Manusia, namun sayangnya pemakain jilbab tidak kompak menjadi warna-warni dengan seenaknya sendiri. Oleh karena menurut Sutarman hal itu perlu diatur lagi secara jelas.

“Makanya kebijakan ini saya serahkan kembali. Bagi para (polwan) silahkan seragamkan, anda yang ada di Jakarta bisa beli tapi yang di daerah-daerah sana belum tentu bisa beli,” katanya.[ ]