Ketua KPL Mina Sumitra Diduga Terlibat Sengketa Lelang Ikan

40
KM Jaya Mandiri /ist

WARTABUANA – Pengurus Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra diduga terlibat dalam pembelian ikan hasil tangkapan KM Jaya Mandiri yang sedang bermasalah dengan pemodalnya. Saat ingin dimintai konfirmasi, Ketua KPL Mina Sumitra malah ‘menghilang’.

KPL Mina Sumitra di Indramayu sedang jadi sorotan. Koperasi yang ditunjuk langsung oleh pemerintah daerah Kota Indramayu tersebut untuk melakukan lelang hasil laut dari KM Jaya Mandirin yang disinyalir bermasalah dengan pihak pemodal.

KM Jaya Mandiri merupakan kapal asal Tegal yang melakukan bongkar muatan di TPI Karangsong Indramayu, sedang dituntut oleh PT Samuderateam Lautan Abadi selaku mitra yang membiayai permodalan melaut KM Jaya Mandiri.

“Sebenarnya kami kerjasama dengan pemilik Jaya Mandiri sudah 2 tahun terakhir. Ikannya sudah masuk ke kami dua trip. Tapi pada trip ke 3 ini mereka jual ke tempat lain dengan alasan harga lebih tinggi,” ujar Budi Mulyono, perwakilan dari pemodal PT Samuderateam Lautan Abadi di TPI Karangsong, Jumat (21/8/2020).

KM Jaya Mandiri yang membawa hasil 100 ton lebih tersebut sudah 8 bulan melakukan operasi di laut. Awalnya kapal tersebut direncanakan akan bongkar di Muara Baru untuk diserahkan ke PT Samuderateam Lautan Abadi.

Sementara itu masyarakat yang melihat kegaduhan tersebut meneriakan kepemimpinan Darto yang makin amburadul. “Saya yakin Darto tidak segera menyetop karena dia juga salah satu pembeli ikan ini,” ujar warga sekitar yang merasa risih dengan kegaduhan yang terjadi.

Akan tetapi pemilik dan kapten kapal saling melempar alibi mencari pembernaran dengan mengaku pilihan bongkar di Karangsong permintaan pemilik, sebalikan kapten kapal mengaku pemilik yang tiba tiba belok meminta agar kapal diarahkan ke Indramayu.

“Begini bu, soalnya ABK dan kapten sudah sama sama sepakat mau mencoba trip ini untuk dijual di Indramayu dulu. Kalau abk dan kapten sudah bilang demikian kami sebagai pemilik kapal bisa apa,” kilah Benny Wijaya, anak Pemilik Kapal Jaya Mandiri Wong Handy Wijaya.

Selama ini yang berkomunikasi dengan PT Samuderateam Lautan Abadi adalah Wong Handy Wijaya, dalam kemitraan pembiayaan modal melaut KM Mulya Abadi dan KM Jaya Mandiri. Tapi setelah ikan dijual ke pihak lain, Wong Handy Wijaya tidak pernah lagi bisa dihubungi. Bahkan ketika perwakilan dari pemodal datang menemui ke TPI Karangsong, Wong Handy Wijaya tak sedetik pun muncul untuk menyelesaikan persoalan.

“Kami jauh jauh dari Jakarta untuk meminta pertanggunganjawab pak Wong Handy Wijaya. Tapi sampai dua hari kami disini hanya mendapatkan penolakan. Ketika kami minta waktu untuk ketemu, istri Wong Handy Wijaya selalu menyembunyikan keberadaan suaminya,” kata Binton Sianturi selaku pengacara PT Samuderateam Lautan Abadi.

Keberadaan KPL Mina Sumitra ini menjadi disorot lantara tak bisa menyelesaikan masalah yang sudah terjadi sejak 18 Agustus lalu. Padahal selama ini nama koperasi yang berdiri 18 Agustus 1918 dengan nama “Saya Sumitra” itu selalu mampu menuntaskan masalah dengan baik. Kali ini dibawah kepemimpinan Darto koperasi yang sudah memiliki nama besar tersebut dipertaruhkan.

“Kalau pun kapal ini (KM Jaya Mandiri) adalah anggota koperasi wajar pengurus mungkin tidak bisa menghentikan. Tapi kapal ini adalah kapal Tegal yang bukan anggota. Harus nya koperasi memiliki wewenang untuk menyetop bongkar. Tapi ini tidak dilakukan ketua koperasi,  jadi kredibilitas koperasi ini dipertaruhkan untuk memaksakan bongkar kapal yang menimbulkan gaduh di pelelangan ini,” lanjut Binton.

Perselisihan antara milik KM Jaya Mandiri dan Mulya Abadi dengan pemodal dari PT Samuderaream Lautan Abadi membuat kerugian pemodal Rp 1 miliar lebih. Akan tetap pihak pemodal masih berharap tetap bisa diselesaikan dengan jalur kekeluargaan. “Iya, ibu ke karangsong saja nanti kami bantu,” bunyi pesan Darto ke pihak PT Samuderaream Lautan Abadi.

Akan tetapi setelah tim pemodal tiba di tempat yang sudah dijanjikan, Darto pergi ke Jakarta dengan alasan ada kegiatan di Jakarta. “Mohon maaf bu kita dadakan lagi di Jakarta ada rapat di kemenkop, ada pak Rusmadi wakil kita bu udah saya sampaikan ke pak rusmadi,” bunyi pesan Darto setelah tim dari PT Samuderateam Lautan Abadi tiba di kantor KPL Mina Sumitra Indramayu.

Sangat disayangkan, persoalan sepele yang harusnya mudah saja diatasi oleh Koperasi harus menimbukan keributan adu mulut antara pihak KM Jaya Mandiri dan PT Samuderateam Lautan Abadi, yang sudah dua hari berisitegang di TPI Karangsong. “Mohon maaf bu, hanya ketua yang bisa mengambil keputusan untuk menyetop atau mengambil tindakan lain,” elak Guntur, sekretaris Koperasi Mina Sumitra.

Sementara itu masyarakat yang melihat kegaduhan tersebut meneriakan kepemimpinan Darto yang makin amburadul. “Saya yakin Darto tidak segera menyetop karena dia juga salah satu pembeli ikan ini,” ujar warga sekitar yang merasa risih dengan kegaduhan yang terjadi. []