Koalisi Partai Islam Bukan Ide Amien Rais

48

JAKARTA, WB – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo, menolak kalau tokoh Amin Rais menjadi tokoh sentral penggerak atau penggagas untuk dibentuknya koalisi partai Islam.

 

Menurut Drajad, ada banyak faktor dan momentum saat ini yang terjadi sehingga menjadi alasan kenapa perlu dibentuknya koalisi partai Islam atau yang kerap disebut poros tengah. “Jadi saya tegaskan dulu kalau penggagasnya itu bersama-sama, dan bukan Pak Amin Rais. Jadi ide itu

dimotori bersama-sama, koalisi itu perjalanan bersama-sama,” ujar Drajad dalam diskusi mingguan di warung daun, Cikini, Sabtu (19/4/2014).

 

Drajad menambahkan, tercetusnya ide untuk membentuk koalisi yang sebelumnya sudah pernah terbentuk pada tahun 1999 itu, terjadi setelah ada pembicaraan-pembicaraan bilateral diantara petinggi parpol, sehingga terbentuk konteks kearah koalisi. 

 

“Koalisi itu ada karena ide awal berbasis Islam itu didasari oleh adanya momentum dimana partai berbasis Islam ternyata suaranya cukup signifikan. Padahal saat itu banyak yang menuding suara partai Islam akan hilang. Jadi ini moment terbaik,” ujar Drajad.

 

Atas dasar momen itulah, kata Drajad, Amin Rais sengaja membuka pembicaraan dengan petinggi parpol Islam bahwa jika terbentuk gabungan partai Islam, maka koalsi itu akan menghasilkan suara yang signifikan, apalagi jika poros terebut ditambah dengan partai Nasionalis. 

 

“Gabungan partai Islam dan Nasionalis akan menjadi dahsyat itu ide Pak Amien. Jadi nanti poros tengah dengan Indonesia raya ini akan menjadi dahsyat,” pungkas Drajad. []