KPU Jangan Terburu-terburu Revisi DPT

76

JAKARTA, BW – Ketua DPP Bidang Hukum dan Advokasi Partai Amanat Nasional (PAN), Didi Supriyanto menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak perlu terburu-buru dalam melakukan rekapitulasi ulang daftar pemilih tetap (DPT) 2014.

Telah dijadwalkan, KPU pada 4 Desember 2013 nanti akan menetapkan DPT hasil rekapulasi dari 10,4 juta DPT yang masih bermasalah.

“Soal DPT butuh kejelasan kongkrit, artinya tidak ada alasan KPU untuk terburu-buru melakukan rekapitulasi ulang hasil DPT 4 desember, nanti,” kata Didi dalam diskusi di Media Center KPU, Menteng, Jakarta, Jumat (22/11/2013).

Selain itu dia mengharapkan partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2014 agar ikut berperan aktif melakukan pengawasan dalam finalisasi penetapan DPT tersebut. Namun peran Parpol dalam pengawasan perbaikan DPT,  tidak dapat memberikan dampak yang signifikan, karena KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus bertanggungjawab penuh.

“Pada penyempurnan penetapan DPT jelas dituntut kejelasan kinerja KPU. Artinya KPU harus bisa memberikan kejelasan dalam menentukan DPT, yang implikasinya bisa memicu kericuhan,” paparnya.

Disisi lain Caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Waras Warsito menghimbau kepada KPU agar serius dalam masa rekapitulasi DPT 2014 pada 4 Desember 2013 nanti. Disamping itu kinerja KPU masih diragukan lantaran waktu sempit guna perbaikan tersebut.

“Ada 10,4 juta data, dan KPU harus bisa mempertanggungjawabkan jumlah itu. Dan ternyata banyak dikabupaten kota datanya itu tidak selesai,” ucap Waras.

Ditambahkanya bahwa DPT masih banyak kekurangan sehingga perlu dilakukan antisipasi terhadap data pemilih tersebut. Salah satunya DPT di wilayah Bekasi terdapat 1,4 juta orang tanpa NIK. Selain itu di wilayah Jawa Barat (Jabar), ada sekitar 760 ribu yang tidak jelas keberadaanya.

“Kita jelas khawatir hal ini. Dan sekarang apa mungkin tanggal 4 akan selesai pemutakhirannya,” pungkasnya. [ ]